Home / BERITA NASIONAL / DAERAH

Kamis, 23 November 2023 - 20:20 WIB

Wabup Husni Sebut Tanggung Jawab Pengelolaan Zakat Dunia Akhirat

SIAK | LENSANUSA.COM – Wakil Bupati Siak Husni Merza mengapresiasi Baznas kabupaten Siak melakukan penyuluhan hukum terkait upaya pengelolaan zakat yang aman secara regulasi dan bebas dari tindak pidana hukum.

“Jangan sampai orang menderita karena kebijakan salah yang kita buat, itu jangan sampai terjadi pada kita. Karena pengelolaan zakat ini berat, tanggung jawabnya selain di dunia, juga di akhirat,”ujar Wabup Husni saat membuka Rapat Koordinasi persiapan pendistribusian zakat pola konsumtif tahap III tahun 2023, di Graha Zakat Baznas Kabupaten Siak, Rabu (22/11/2023).

Husni mengajak semua UPZ yang hadir pada saat itu, agar serius mengikuti penyuluhan hukum ini. Dengan harapan kedepan setiap aktivitas pengumpulan zakat yang dilaksanakan diperlukan dasar hukum yang jelas.

“Silakan nanti tanya dan diskusi, baik itu pidana dalam undang-undang zakat termasuk juga undang-undang tipikor,”pintanya.

Husni juga menjelaskan, akselerasi program-program Baznas dalam rangka mengentaskan kemiskinan dan intervensi penanganan stunting lewat zakat pola produktif. Pemkab merasa terbantu terutama intervensi miskin ekstrim.

“Kita sudah punya data miskin ekstrim ada 738 KK ada 3389 warga. Saya minta Dinsos data ini dikelompokkan berapa usia produktif dan berapa usia anak-anak dan berapa lansia. Agar nantinya mudah kita berikan program yang cocoknya apa,” terangnya.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional kabupaten Siak Samparis bin Tatan menyebutkan dalam pengelolaan zakat ada 3 aman yakni aman Regulasi, Aman Syar’I dan aman NKRI.

Maka pengelolaan zakat yang aman secara regulasi dan bebas tindak pidana hukum Baznas kabupaten Siak melakukan Penyuluhan Hukum dalam Pengelolaan Zakat oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Siak melalui Kasi Jatun.

“Undang-Undang No 23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat, sudah di jelaskan pak Gebri Pratama tadi. Setiap pengelola zakat dalam upaya pengumpulan dana zakat wajib memiliki surat tugas (SK) yang dikeluarkan Baznas sesuai dengan pasal 38 dan bila tidak memiliki izin maka dalam Undang-undang tersebut pasal 41 bisa di pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah). Saya harapkan adanya kesadaran dari masjid/mushalla untuk melegalkan dalam pengelolaan zakatnya,”terangnya.

Share :

Baca Juga

BERITA NASIONAL

Berhadiah Total Rp480 Juta, Waktu Pendaftaran PLN Journalist Award 2024 Masih Dua Pekan Lagi

DAERAH

9.912 Narapidana di Riau Dapat Remisi HUT RI, 134 diantaranya Langsung Bebas*

DAERAH

Gubri Syamsuar Inginkan Juru Pelihara Di Sejumlah Objek Cagar Budaya

NUSA TENGGARA TIMUR

Dari Bangun Jam 6 ke Jam 4 Pagi Transformasi Yansry Hada Rewa di Bootcamp Akarnesia Cakrantara 

DAERAH

Telah Terwujudnya Harmoni dan Pemulihan Pada Keadaan Semula, 2 Perkara Disetujui Penghentian Penuntutannya

HUKUM/KRIMINAL

Dirut PT SGP Janji Minggu Ini Akan Klarifikasi Keabsahan Pajak Perusahaan Miliknya

DAERAH

Personel Polres Rohil Pengamanan Gereja untuk Kegiatan Ibadah Kenaikan Isa Al-Masih

DAERAH

Kapolsek Pangkalan Kuras Berikan Bansos Kepada Guru Kurang Mampu Pada HUT ke-77 PGRI dan Hari Guru Nasional 2022