BANTUL | LENSANUSA.COM. – Seorang buruh berinisial S (68), warga Seloharjo, Pundong, Bantul, meninggal dunia akibat tersambar petir saat berada di area persawahan Dusun Semampir, Panjangrejo, Pundong, Bantul, Rabu (22/4/2026) .
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengonfirmasi kejadian memilukan tersebut. Menurutnya, peristiwa terjadi sekitar pukul 11.18 WIB ketika kondisi cuaca di lokasi kejadian mulai turun hujan lebat.
“Benar telah terjadi peristiwa orang meninggal dunia akibat tersambar petir di wilayah Pundong. Korban merupakan seorang buruh berusia 68 tahun,” ujar Iptu Rita Hidayanto dalam keterangan resminya, Rabu (22/4).
Peristiwa bermula ketika korban bersama tiga orang rekannya datang ke persawahan di Dusun Semampir untuk mencari jerami. Saat sedang bekerja, hujan turun mengguyur kawasan tersebut. Berdasarkan keterangan para saksi di lokasi, korban berniat untuk mencari tempat berteduh.
“Namun, saat sedang berjalan menuju tempat berteduh, petir menyambar korban. Seketika itu juga korban langsung terjatuh di area persawahan dan tidak sadarkan diri,” jelas Iptu Rita.
Rekan-rekan korban yang melihat kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan memanggil ambulans dari Puskesmas Kretek. Korban kemudian dievakuasi menuju Rumah Sakit (RS) Rahma Husada guna mendapatkan penanganan medis darurat.
Setibanya di RS Rahma Husada, Tim Inafis Polres Bantul bersama dokter jaga, dr. Aulia Nurul Nisak, melakukan pemeriksaan intensif terhadap kondisi fisik korban. Namun sayang, nyawa korban tidak tertolong.
“Dari hasil pemeriksaan medis, ditemukan luka bakar atau bekas gosong pada bagian dada dan celana korban yang diduga kuat akibat sambaran petir. Korban dinyatakan sudah dalam kondisi meninggal dunia saat tiba di rumah sakit,” tambah Kasi Humas.
Iptu Rita menegaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau luka yang mengarah pada tindak pidana.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa keluarga korban telah menerima kejadian ini sebagai musibah murni. Jenazah korban kini telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.
Menyikapi kejadian ini, Iptu Rita Hidayanto mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para petani dan pekerja di area terbuka, untuk lebih waspada terhadap cuaca ekstrem.
“Kami mengimbau masyarakat agar segera menghentikan aktivitas di area terbuka seperti sawah atau lapangan dan segera mencari tempat perlindungan yang aman apabila cuaca sudah mendung atau mulai turun hujan yang disertai petir,” pungkasnya. *SY.














