Home / DAERAH / PEKANBARU

Jumat, 31 Januari 2025 - 20:20 WIB

CIC Laporkan ke KPK Dugaan Mark Up Proyek Pembangkit Listrik PT. Bumi Siak Pusako

LENSANUSA.COM |PEKANBARU– Lembaga Swadayah Masyarakat Curruption lnvestigation Commiittee (C.l.C) melaporkan dugaan merk up proyek pekerjaan Jasa penyediaan pembangkit listrik di PT. Bumi Siak Pusako Tahun 2O22-2O27 ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat, (31/1/25) di Jakarta.

Ketua DPW CIC Sumbar Riau, Moriza Eka Putra menjelaskan PT. Bumi Siak Pusako (PT.BSP) merupakan BUMD Kabupaten Siak Srindrapura sebagai pemegang saham terbesar sekitar 72 persen dan sisanya dimiliki oleh Pemprov Riau, Kabupaten Kampar, Kabupaten Pelalawan, Kota Pekanbaru, Bengkalis, Kota Dumai. Saat ini PTR. BSP mengelola Ladang Minyak Blok CPP sejak 9 Agustus 2022 sampai dengan 8 Agustus 2042 (20 Tahun) dengan skema Gross Split.

Diketahui sebelumnya Blok CPP di Kelola oleh Badan Operasi Bersama BOB PT. BSP – Pertamina Hulu dengan ownership masing-masing 50% sejak 2002 hingga 2022. Pada pengelolaan lading minyak blok cpp tersebut diperlukan Tanaga listrik lebih kurang 28 Mega Watt untuk kebutuhan operational, sejak tahun 2012 pada Masa dikelola oleh Operator sebelumnya yaitu BOB PT.BSP Pertamina Hulu, dibangunlah Pembangkit Listik dengan Skema BOT (Built, Operate and Transfer) dengan Penggerak Gas Turbin sebanyak 6 unit dengan Merk Kawasaki.

Pada peralihan dari BOB ke PT.BSP dan bersamaan juga dengan habis masa Skema BOL kemudian dilanjutkan dengan Skema O&M (Operate and Maintenance) dengan jumlah Penggerak Gas Turbin sama yaitu sebanyak 6 unit.

Moriza memaparkan diduga terjadinya pengaturan Harga per KWH listrik dengan Kontrak Skema BOT dan Nilai kontrak: USD 137,976,025.23.

Terdiri dari sejumlah Komponen mulai dari Biaya pemulihan Capital (Power Plant & Swict Yard) hingga Biaya O&M (Operation& Maintanace) cossumable dengan Masa kontrak 2022 sampai 2O27.

Berdasarkan yang tercatat pada surat laporan tersebut dugaan sementara adalah proses pengadaan Tunjuk Langsung tanpa lelang terbuka. Secara perhitungan teknis, tarif idealnya adalah 1,23 cents/kwh ada selisih 0,47 centS/kwh. Diduga ada Mark Up nilai kontrak senilai lebih kurang $ 900.000,00 (Sembilan Ratus Ribu Dollar Amerka Serikat) pertahun dari tagihan kebutuhan listrik.

Kemudian Nilai OE (owner estimate) diduga dibuat dan dihitung oleh Rekanan (KREL) teridikasi dengan OE PT.BSP sama dengan nilai penarawan dari vendor, diduga sudah diatur sedemikian rupa.

Menurut Moriza secara teknis dan man power, PT. BSP mampu mengelola sendiri akan tetapi dipaksakan untuk tetap dikelola oleh pihak ketiga. Dugaan pelaku adalah Direktur PT. BSP, lskandar, Manager Operasi PT. BSP : Otto Nafiah dan Tim Manager Operasi PT. BSP: Rahmat Purba.

“Dengan ini kami dari Lembaga Swadayah Masyarakat Curruption lnvestigation Commiittee (C.l.C) sangat berharap agar aduan atau laporan dugaan ini dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Moriza.***

 

 

Share :

Baca Juga

DAERAH

Pendidikan Bintara SPN Polda Sumut Resmi Dibuka Kapoldasu

BERITA NASIONAL

Staf Ahli Bupati Riadel Fitri Buka Sosialisasi Tim TPKJM Kampar

DAERAH

Kapolresta Deli Serdang Hadiri Penyerahan Kirab Api PON Kepada PJ Gubernur Sumut

DAERAH

Ditlantas Polda Riau Berbagi Takjil Dan Ajak Masyarakat Tertip Berlalu lintas 

BENGKALIS

DPRD Bengkalis Dapil Bengkalis Bantan Menghadiri Musrenbang

DAERAH

Operasi Pekat Toba Poolsek Idanogawo Amankan 1 Orang Membawa Sajam.

DAERAH

Pembukaan TMMD Ke – 124 Di Kodim 0320/Dumai, Di hadiri Danrem 031/Wirabima 

ADVERTORIAL

Pj Bupati Kampar Buka Musrenbang Kabupaten Kampar 2024