BANTUL | LENSANUSA.COM. – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Bantul pada Rabu (18/2/2026) memicu dampak kerusakan yang meluas. Berdasarkan data terbaru hingga pukul 18.30 WIB, tercatat sebanyak 85 titik lokasi yang berada di beberapa wilayah kapanewon terdampak oleh cuaca ekstrem Bencana Hidrometeorologi.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengonfirmasi bahwa kepolisian bersama instansi terkait terus bersiaga dan melakukan penanganan di lapangan.
“Kami menerima laporan adanya 85 titik kejadian yang masuk melalui Pusdalops PB BPBD Bantul. Akibat peristiwa ini, terdapat dua orang dilaporkan mengalami luka-luka,” ujar Iptu Rita saat memberikan keterangan resmi, Kamis (19/2/2026).

Bencana kali ini didominasi oleh kejadian pohon tumbang, angin kencang, hingga tanah longsor yang tersebar di 15 Kapanewon. Kapanewon Kasihan menjadi wilayah yang paling terdampak dengan 16 titik kejadian, disusul oleh Sewon dengan 11 titik, dan Pajangan dengan 9 titik.
“Pohon tumbang melanda hampir seluruh wilayah, termasuk Kasihan (16 titik), Sewon (11), Bantul (8), Pajangan (9), hingga Piyungan (5). Sementara angin kencang terpantau di wilayah Piyungan (Srimartani), Pajangan (Triwidadi), Kasihan (Bangunjiwo), Banguntapan (Potorono), dan Kapanewon Bantul,” ujar Iptu Rita.
Selain itu, Iptu Rita juga mengungkapkan adanya sebaran bencana di Kalurahan Srimartani, Piyungan, yang meliputi dua titik longsor dan lima lokasi terdampak banjir
Iptu Rita menambahkan bahwa cuaca ekstrem ini mengakibatkan kerusakan pada sejumlah aset warga maupun fasilitas publik. Berdasarkan pendataan sementara, objek yang terdampak meliputi:
36 Unit Rumah warga mengalami kerusakan.
24 Titik Akses Jalan sempat terganggu atau tertutup pohon.
3 Kandang Ternak dan 1 Fasilitas Pendidikan terdampak.
2 Unit Kendaraan milik warga dilaporkan mengalami kerusakan.
Hingga saat ini, proses penanganan darurat dan assement (pendataan) masih terus berlangsung di lapangan. Sinergi lintas sektoral dilakukan guna mempercepat evakuasi pohon tumbang dan pembukaan akses jalan yang tertutup.
“Personel Polri bersama TNI, BPBD Bantul, PLN, Tagana, PMI, FPRB, serta relawan dan warga setempat masih bahu-membahu di lokasi kejadian. Fokus utama kami adalah memastikan keselamatan warga dan memulihkan akses publik,” jelas Iptu Rita.
Pihak Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat data ini bersifat sementara dan potensi cuaca ekstrem masih mungkin terjadi. Warga diminta segera melapor ke call center BPBD atau kantor polisi terdekat jika terjadi situasi darurat.*SY.














