Home / BENGKALIS / DAERAH

Jumat, 9 Januari 2026 - 09:01 WIB

Diduga Tak Berizin, Kades Wonosari Meminta Tambak Arwana Pasang Plang Usaha

BENGKALIS  | LENSANUSA.COM – Kepala Desa Wonosari, Suswanto, mengungkapkan adanya dugaan aktivitas penangkaran ikan arwana yang beroperasi tanpa izin resmi di wilayahnya. Hal ini disampaikan Suswanto saat berkoordinasi dengan Ketua DPD Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PW-MOI) Kabupaten Bengkalis, Kamis (8/1/2026).

Lokasi tambak yang menjadi sorotan masyarakat tersebut berada di RT 03/RW 09, Dusun Tanjung Sari, Desa Wonosari, Kecamatan Bengkalis.

Minim Transparansi dan Abaikan Janji

Suswanto menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan tinjauan lapangan beberapa bulan lalu untuk merespons keresahan warga. Dalam kunjungan tersebut, ditemukan lokasi tambak tertutup pagar seng tinggi dan dilengkapi kamera pengawas (CCTV), namun tanpa papan informasi usaha (plang) yang jelas.

“Kami sudah mempertanyakan papan nama usaha kepada pengelola. Saat itu dijanjikan akan dipasang pada November 2025, namun hingga kini belum ada realisasinya,” ujar Suswanto.

Selain masalah perizinan, Suswanto mencemaskan dampak lingkungan, terutama terkait penggunaan debit air kanal yang juga menjadi sumber air baku PDAM untuk kebutuhan warga. Ia mengimbau agar pelaku usaha tidak mencemari lingkungan dengan limbah atau bahan kimia yang dapat merusak kualitas air konsumsi.

Payung Hukum dan Aturan Perlindungan Satwa

Ketua DPD PW-MOI Kabupaten Bengkalis, Jumadi, mendesak instansi terkait segera melakukan inspeksi mendadak (sidak). Ia mengingatkan bahwa Ikan Arwana termasuk dalam daftar Appendix CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora).

“Pemanfaatan jenis ikan yang dilindungi wajib memiliki Surat Izin Pemanfaatan Jenis Ikan (SIPJI) dan Surat Angkut Jenis Ikan (SAJI). Selain itu, pengusaha harus mengantongi SIUP, rekomendasi BKSDA, serta sertifikat kesehatan ikan sesuai Kepmen Kelautan dan Perikanan No. 1 Tahun 2021,” tegas Jumadi.

Jika terbukti terjadi pencemaran yang melampaui baku mutu, pelaku usaha dapat dijerat Pasal 108 UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan denda hingga Rp10 miliar.

Aktivitas Malam Hari

Indikasi ketidakwajaran juga muncul dari laporan warga mengenai aktivitas pengangkutan ikan yang sering dilakukan pada malam hari. Berdasarkan konfirmasi Kades kepada pihak pengusaha, alasan operasional malam hari dilakukan guna menjaga stabilitas suhu ikan.

Diketahui sebelumnya, perwakilan pemilik usaha, Wahyu Winarno, sempat bertemu dengan tim percepatan pembangunan Bengkalis, Yuhelmi, serta unsur pegawai PDAM. Dalam pertemuan tersebut, pihak pengusaha menyepakati pemasangan plang izin usaha pada November lalu. Namun, pantauan media di lapangan hingga saat ini belum menunjukkan adanya tanda-tanda pemenuhan kesepakatan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada pemilik tambak untuk mendapatkan klarifikasi secara berimbang.

(JM)

Share :

Baca Juga

DAERAH

Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Timur Laksanakan Pengamanan Eksekusi Terhadap Terdakwa Nurkholis dan Terdakwa Tengku Ardiansyah

DAERAH

Gerak Cepat Polantas Riau Tangani Longsor di Jalan Lintas Taluk Kuantan – Pekanbaru

DAERAH

Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Hadiri Kegiatan Kunjungan Kerja Virtual Jaksa Agung Republik Indonesia

ADVERTORIAL

Bupati Kasmarni Tegaskan Komitmen Pemkab Bengkalis Tingkatkan Kesejahteraan Guru

BENGKALIS

Polres Bengkalis Bekuk Pelaku Jambret yang Meresahkan Masyarakat Bengkalis

DAERAH

Karhutla Terkendali, Gubernur Syamsuar Imbau Masyarakat Tidak Buka Lahan Dengan Dibakar

DAERAH

Kapolresta Deli Serdang Dampingi Wakapolda Sumut Sambut Kapolda Sumut Baru di Bandara Kualanamu

DAERAH

Gubernur Riau Salurkan Paket Santunan Idulfitri Di Masjid Paripurna Amaliyah Pekanbaru