Home / NUSA TENGGARA TIMUR

Senin, 2 Februari 2026 - 16:34 WIB

Dirujuk dari RS Lindimara, Anak Remaja Tidak Jalani Rawat Inap di RSU

SUMBA TIMUR | LENSANUSA.COM Seorang anak remaja inisial DM, berusia 15 tahun, yang tinggal di asrama biarawati Prailiu, dilaporkan mengalami sesak napas berulang sejak Jumat, 29 Januari. Pada hari tersebut, DM dibawa ke Rumah Sakit Lindimara untuk mendapatkan penanganan medis dan menjalani perawatan jalan.

Namun, hingga dua hari kemudian kondisi DM tidak menunjukkan perubahan signifikan. Pada Minggu, 31 Januari, DM kembali mengalami sesak napas dan kembali dibawa ke RS Lindimara. Setelah dilakukan pemeriksaan, pihak rumah sakit menyampaikan bahwa kondisi pasien dalam keadaan lemas dan disarankan untuk menjalani perawatan inap.

Karena keterbatasan fasilitas dan tidak tersedianya tempat rawat inap, pasien kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSU) untuk penanganan lanjutan.

Orang tua DM yang saat ini berada di luar negeri mengaku tidak mendapatkan informasi sejak awal kejadian. Ia baru mengetahui kondisi anaknya setelah DM tiba di RSU dan menghubunginya melalui sambungan telepon. Dalam komunikasi tersebut, pihak rumah sakit menjelaskan kronologi penanganan medis serta rujukan dari RS Lindimara.

Sambil menunggu proses pemeriksaan lanjutan di RSU, orang tua DM menghubungi keluarga di Kadumbul untuk segera datang ke rumah sakit dengan membawa kartu BPJS dan keperluan administrasi lainnya. Sekitar satu jam kemudian, keluarga DM tiba di RSU.

Namun, keluarga DM mengaku terkejut dan kecewa setelah mendapat penjelasan bahwa pihak RSU hanya memberikan resep obat dan sirup, tanpa melakukan rawat inap maupun pemeriksaan lanjutan, lalu menyarankan pasien untuk pulang. Ungkap orang tua korban lewat pesan singkat WhatsApp, senin 2//2/2026

Padahal, menurut keterangan keluarga, kondisi DM sebelumnya dinilai cukup serius hingga harus dirujuk dari RS Lindimara untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Situasi ini menimbulkan kekecewaan mendalam dari pihak orang tua, yang mempertanyakan alasan rujukan apabila pada akhirnya pasien hanya diberikan obat dan dipulangkan.

Orang tua DM menilai bahwa pihak rumah sakit seharusnya memberikan pilihan kepada keluarga untuk dilakukan observasi atau pemeriksaan lanjutan, mengingat keluhan sesak napas yang dialami DM terjadi berulang dan tidak menunjukkan perbaikan sejak penanganan awal. |*Ikzed

Share :

Baca Juga

NUSA TENGGARA TIMUR

Aliansi Mahasiswa dan Melkianus Nara Sepakat Tempuh Restorative Justice, Perselisihan Berakhir Damai

NUSA TENGGARA TIMUR

10 Peserta Sumba Bersinar di Digital Access Programme

DAERAH

Kebaikan Arni Wolla Menjangkau Lansia di Sumba Timur

DAERAH

Peternak Babi Sumba Timur Kritik Penjualan Babi Sakit, Desak Pemerintah Lakukan Imbauan

NUSA TENGGARA TIMUR

Peringati HUT ke-58, BPJS Kesehatan Waingapu Berbagi Kasih kepada Pasien di Dua Rumah Sakit

DAERAH

Kepala Kantor Bahasa NTT Aktif Bangun Komunitas Literasi di Sumba Timur

HUKUM/KRIMINAL

Remaja Perempuan Jadi Korban Pemerkosaan 4 Orang Secara Bergiliran di WC Pasar Melolo

NUSA TENGGARA TIMUR

Rumah Warga di Desa Kataka Terbakar, Kain Adat hingga Barang Elektronik Ludes Tak Tersisa