MEDAN | LENSANUSA.COM – Suasana duka menyelimuti keluarga besar mendiang seorang purnawirawan jenderal di Komplek Griya Riatur, Medan, Sumatera Utara, pada Selasa (05/05/2026). Di tengah prosesi penghormatan terakhir bagi mendiang, diduga terjadi tindak penganiayaan yang melibatkan dua cucu almarhum.
Berdasarkan keterangan pihak pelapor, insiden pemukulan tersebut diduga dilakukan oleh seorang pria berinisial HO terhadap sepupunya, HH. Kejadian tersebut diduga dipicu oleh perselisihan terkait penyebab wafatnya sang kakek.
Menurut pihak keluarga korban, insiden itu terjadi pada dini hari, sekitar pukul 00.05 WIB. Akibat peristiwa tersebut, HH dikabarkan mengalami cedera di bagian leher dan kepala sebelah kiri. Pihak keluarga korban menyatakan bahwa HH mengalami trauma berat sehingga sempat merasa tidak nyaman mengikuti prosesi pemakaman kakeknya.
Langkah Hukum Ditempuh
Ibunda dari HH, yang tidak mengetahui kejadian tersebut secara langsung saat berlangsungnya prosesi, akhirnya mendapatkan informasi dari kerabat lainnya. Merasa keberatan atas dugaan tindakan kekerasan yang menimpa anaknya, ia kemudian menempuh jalur hukum.
Laporan resmi telah didaftarkan ke Polrestabes Medan dengan nomor STTLP/B/1853/V/2026/SPKT/POLRESTABES MEDAN.
“Dengan adanya laporan ini, kami berharap keadilan bisa ditegakkan,” ujar ibunda HH saat dikonfirmasi.
Pihak keluarga korban juga menyoroti adanya konflik internal keluarga yang terjadi pascapemakaman, di mana muncul ketegangan antara kedua belah pihak terkait urusan internal keluarga besar.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih mendalami laporan tersebut. Sebagai upaya menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, pihak redaksi berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada pihak terlapor (HO) maupun perwakilan keluarga terkait guna memberikan ruang hak jawab yang berimbang.
(Red/Dilla)














