Home / DI YOGYAKARTA

Kamis, 5 Juni 2025 - 15:54 WIB

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polri Bangun Gudang Penyimpanan Pangan di SPN Selopamioro Bantul

YOGYAKARTA | LENSANUSA.COM. – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, Kepolisian Republik Indonesia menggelar kegiatan Groundbreaking serentak pembangunan 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri di 12 Polda seluruh Indonesia, termasuk di DIY yang berlokasi di SPN Selopamioro, Imogiri Bantul, Kamis (5/6/2025). Kegiatan ini dipusatkan secara daring dan dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Kapolda DIY meletakan batu pertama pembangunan gudang jagung di SPN Selopamioro .

Kegiatan groundbreaking pembangunan gudang penyimpanan pangan di SPN Polda DIY dihadiri Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono, S.I.K., bersama jajaran pejabat Forkopimda DIY, Bupati Bantul ,Kepala Bulog, para Pejabat Utama Polda DIY, serta para Kapolres dan Kapolresta se-DIY.

Gudang Penyimpanan hasil Pangan yang dibangun di SPN Selopamioro memiliki luas 654 meter persegi dengan kapasitas tampung hingga 1.000 ton dan akan dikelola langsung oleh Perum Bulog. Pembangunan gudang ini menjadi bagian dari proyek nasional Polri untuk mendukung pengelolaan hasil panen dan distribusi pangan strategis, khususnya di wilayah yang memiliki potensi pertanian besar.

Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono, S.I.K., saat ditemui awak media menyampaikan bahwa pembangunan gudang ini ditujukan untuk menjawab kebutuhan ruang penyimpanan hasil pertanian yang belum tertampung di gudang Bulog eksisting.

“Gudang ini akan difungsikan untuk penyimpanan hasil pangan jagung yang belum bisa tertampung oleh gudang Bulog yang dikelola langsung oleh Bulog, dengan masa pembangunan selama 90 hari kerja, dimulai sejak 3 Juni 2025,” jelas Kapolda.

Lebih lanjut, Kepala Bulog DIY Ninik Setyowati menjelaskan bahwa dengan hadirnya gudang ini akan sangat membantu Bulog dalam penyimpanan hasil panen jagung masyarakat yang selama ini memang masih terbatas.

“Mulai dari bibit, penanaman, hingga panen bisa langsung dikawal dan diserap oleh Bulog. Kami menargetkan penyerapan 3.000 ton per tahun, dengan harga beli yang kompetitif sebesar Rp5.500 per kilogram,” ujarnya.

Ia juga menekankan standar kualitas yang harus dipenuhi agar hasil panen dapat diserap Bulog, yakni kadar air maksimal 14 persen dan kadar jamur maksimal 12 persen.

Dengan terwujudnya proyek ini, diharapkan Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga mampu menjadi pilar penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Proyek ini juga menjadi bentuk konkret dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian dan menjaga stabilitas pangan di tengah tantangan global. *SY.

Share :

Baca Juga

DI YOGYAKARTA

Tiga Pelajar Mengalami Kecelakaan Tunggal di Sewon, Dua Tewas Satu Kritis

DI YOGYAKARTA

Dua Wisatawan Asal Banjarnegara Terseret Ombak di Pantai Parangtritis, Satu Selamat dan Satu Masih Dalam Pencarian

DI YOGYAKARTA

Warga Sedayu Bantul Alami Kerugian 25 Juta, Pohon Sonokeling Hilang ditebang Pencuri

DI YOGYAKARTA

Peringati HUT Ke-63 PWRI di Museum Jenderal Besar H.M.Soeharto, Para Wredatama Bantul Siap Terus Berkontribusi Membangun Bangsa

DI YOGYAKARTA

PDI Perjuangan DIY Dirikan Posko Mudik di Lima Titik, Selama 24 Jam, Siap Berikan Pelayanan Terbaik

DI YOGYAKARTA

Hari Tani Nasional ,Kepala DKPP Bantul : Bergandengan Tangan Membangun Kedaulatan Pangan diatas Segalanya

DI YOGYAKARTA

Haul ke – 15 Mbah Tarjo, Politikus Pejuang Demokrasi

DI YOGYAKARTA

Siti Hediati Serap Aspirasi Petani Ngemplak Sleman, Dorong Swasembada Pangan