Home / NUSA TENGGARA TIMUR

Rabu, 22 April 2026 - 21:27 WIB

Isu Tambang Emas Menguat, GMNI Sumba Timur Lakukan Audiensi Lanjutan

SUMBA TIMUR | LENSANUSA.COM – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sumba Timur yang tergabung dalam aliansi “Tolak Tambang Emas di Sumba Timur” kembali melakukan aksi audiensi di Bandara Umbu Mehang Kunda. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) sebelumnya bersama DPRD Kabupaten Sumba Timur guna mendalami informasi terkait peredaran bongkahan emas di wilayah tersebut.

​Audiensi ini dihadiri oleh jajaran otoritas Bandara, personel kepolisian yang bertugas di area bandara, serta perwakilan dari TNI AU.

Perwakilan aliansi menyatakan bahwa kehadiran mereka bertujuan untuk mendapatkan klarifikasi komprehensif yang sebelumnya terbatas saat agenda RDP di gedung dewan. Aliansi menegaskan bahwa data lapangan ini penting untuk memperkuat dasar argumen bahwa Pulau Sumba tidak layak untuk dijadikan lahan pertambangan.

​”Kami hadir di sini untuk mengetahui lebih jelas apa yang sebenarnya terjadi. Informasi ini menjadi dasar bagi kami untuk memahami mengapa aktivitas penambangan masih dilakukan masyarakat, sekaligus mempertegas posisi kami bahwa Sumba harus bebas dari tambang,” ujar Andeles Pekuwali, perwakilan aliansi.

​Pihak otoritas Bandara Umbu Mehang Kunda menyambut baik inisiatif mahasiswa dan memberikan apresiasi atas kepedulian mereka terhadap kelestarian alam Sumba. Dalam sesi klarifikasi, pihak bandara memaparkan sejumlah bukti dokumentasi dan melaporkan temuan terkini:

Identifikasi Pelaku: Hingga saat ini, pihak bandara telah mengamankan tiga orang yang kedapatan membawa material diduga mengandung emas.

Asal Material: Salah satu pelaku berasal dari Sumba Tengah dan mengaku bahwa material batu tersebut diambil dari aliran sungai di kawasan Hutan Tanadaru.

Tindakan Pengawasan: Pihak bandara menegaskan telah melakukan pengawasan ketat dan penindakan sesuai prosedur terhadap oknum yang mencoba membawa material logam ilegal melalui jalur udara.

​Menutup audiensi, otoritas bandara menyatakan komitmennya untuk tetap solid dalam melakukan pengawasan dan akan segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian jika ditemukan indikasi serupa di masa mendatang.

​Pihak bandara juga mengimbau masyarakat luas untuk berperan aktif dalam memberikan informasi terkait aktivitas tambang ilegal. Masyarakat diharapkan dapat melapor melalui saluran telepon resmi kepada pihak berwenang guna mempercepat respons tanpa harus melakukan pertemuan tatap muka jika terkendala situasi.

Sumber Informasi : GMNI Sumba Timur 

Share :

Baca Juga

NUSA TENGGARA TIMUR

Sekolah Adat Bodomaroto Jadi Ruang Pelestarian Budaya dan Penguatan Ekonomi Masyarakat Adat

NUSA TENGGARA TIMUR

Nasib Lukas Lakar Hanjata, Terlantar di Pondok Darurat Usai Rumahnya Dibongkar Akibat Sengketa

NUSA TENGGARA TIMUR

Belum Ada Titik Terang, Pemkab Sumba Timur dan AMAN Agendakan Pertemuan di Kampung Adat Usai 17 Agustus

NUSA TENGGARA TIMUR

Dugaan Korupsi Dana BOS di SMAN 1 Waingapu, Dana Miliaran Rupiah Mengalir Saat Sekolah Diliburkan dan Item Fiktif Terindikasi Berulang

NUSA TENGGARA TIMUR

Dari Ruang Pelayanan ke Ruang Kolaborasi Pertemuan Hangat Ikzed & Kalapas Gidion Pally

NUSA TENGGARA TIMUR

Millenial Sumba Timur Deklarasikan Dukungan pada Ansy Lema sebagai Calon Gubernur NTT

NUSA TENGGARA TIMUR

Kebakaran Rumah di Desa Palakahembi, Satu Keluarga Kehilangan Harta Benda

NUSA TENGGARA TIMUR

Iklan Lelang Tanah di Waingapu Tuai Polemik, Ahli Waris Tegaskan Objek Bermasalah