Home / DI YOGYAKARTA

Senin, 25 Agustus 2025 - 10:13 WIB

Kericuhan Suporter Usai Pertandingan PSIM vs Persib Bandung Meledak di Malioboro dan Parkiran Ngabean

YOGYAKARTA | LENSANUSA.COM. – Minggu malam di pusat Kota Yogyakarta berubah mencekam. Selepas laga PSIM Yogyakarta kontra Persib Bandung yang berakhir imbang 1-1, konvoi suporter tumpah ruah di Malioboro.

‎‎Teriakan, lemparan botol, hingga batu beterbangan ketika bus rombongan Bobotoh bersinggungan dengan kelompok Brajamusti.

‎‎“Awalnya cuma teriakan, tapi tiba-tiba kaca bus dihantam batu. Orang-orang panik,” tutur Dedi, pedagang kaki lima di kawasan Malioboro, Minggu (24/8/2025).

‎‎Situasi makin memanas ketika bus suporter Persib terjebak di Terminal Ngabean. Massa mengepung, kaca jendela hancur berantakan, bahkan ada yang mencoba membakar.

‎‎Video amatir di TikTok memperlihatkan suasana tegang: asap mengepul, suporter berlarian, dan polisi menurunkan kendaraan taktis untuk mengevakuasi.

‎‎“Kondisi bus nyaris dibakar. Suasana benar-benar seperti perang jalanan,” kata Rina, seorang warga yang sempat merekam insiden.

‎Tak hanya di jalanan, kericuhan ikut merembet ke Stasiun Lempuyangan. Seorang calon penumpang KA Kahuripan menjadi korban salah sasaran saat dikejar kelompok massa hingga menabrak kaca pintu gate face recognition.

‎‎“Tim pengamanan langsung bertindak cepat, pecahan kaca dibersihkan dan penumpang mendapat perawatan medis,” jelas Feni Novida Saragih, Manager Humas KAI Daop 6.

‎Penumpang itu tetap melanjutkan perjalanan meski dengan luka ringan.

‎‎Polresta Yogyakarta menyebut ratusan personel disiagakan sejak sebelum laga, namun eskalasi massa sulit terbendung.

‎‎“Pengawalan kami lakukan demi terciptanya keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas,” ujar Kapolresta Yogyakarta.

‎‎Aparat masih berjaga hingga dini hari di titik rawan, termasuk Malioboro dan Ngabean, untuk mencegah bentrokan lanjutan.

‎‎Di sisi lain, pengurus Brajamusti berusaha meredam amarah publik dengan pernyataan maaf terbuka.

‎‎“Kami menyesalkan dan menyayangkan atas kejadian tersebut. Mohon maaf sedalam-dalamnya, terutama kepada masyarakat Yogyakarta,” kata perwakilan Brajamusti.

‎‎Dari kubu Persib, manajemen menegaskan sikap keras: “Persib tidak dapat mentoleransi dan mengecam keras oknum penonton yang melakukan tindakan main hakim sendiri. Kami mendukung polisi menindak tegas,” tegas PT Persib Bandung dalam rilis resminya.

‎‎Kini, masyarakat Yogyakarta menuntut evaluasi serius agar kericuhan tidak kembali mengulang luka lama.

‎‎Suporter diminta lebih dewasa, aparat lebih sigap, dan klub lebih tegas mendidik penggemarnya.

‎‎“Sepakbola harusnya jadi hiburan, bukan teror di jalanan,” ujar Andi, seorang penumpang KA yang menyaksikan langsung kaca stasiun pecah.

‎‎Malam yang seharusnya penuh kegembiraan sepakbola pun berakhir dengan rasa was was dan kecewa. *SY.

Share :

Baca Juga

DI YOGYAKARTA

Cari Orang Tak Ketemu, Pria di Bantul Ngamuk Ayunkan Parang hingga Lukai Warga

DI YOGYAKARTA

PMI Bantul Mengalami Krisis Ketersediaan Stok Darah untuk Melayani Pasien

DI YOGYAKARTA

Unit Turangga Polsatwa Polda DIY Tampil Menarik di Malioboro, Bawa Kuda G dan Sandokan Sampaikan Pesan Kamtibmas

DI YOGYAKARTA

Polisi Amankan Motor dan Dua Celurit Usai Aksi Provokasi Remaja di Jetis Bantul

DI YOGYAKARTA

Pemancing di Bantul Temukan Mayat Laki-laki Tanpa Identitas di Aliran Sungai Progo

DI YOGYAKARTA

Kapolres Menghimbau Warga Bantul Waspada Uang Palsu Jelang Lebaran

DI YOGYAKARTA

Bupati Sunaryanta Tutup Kejurda PDBI Gunungkidul

DI YOGYAKARTA

Dokter Gadungan ditangkap Polisi, Tipu Pasiennya hingga Rp500 Juta