Home / DI YOGYAKARTA

Selasa, 20 Januari 2026 - 15:57 WIB

Material Galian C Tanah Urug di Pajangan Berserakan, Jalanan Berlapis Tanah dan Licin Saat Hujan Turun

Arus lalulintas jalan Pajangan - Sedayu Bantul tergolong cukup ramai (Foto/Dok.Lensanusa.)

Arus lalulintas jalan Pajangan - Sedayu Bantul tergolong cukup ramai (Foto/Dok.Lensanusa.)

BANTUL | LENSANUSA.COM. – Aktivitas tambang galian C jenis tanah urug atau quarry yang beroperasi di dusun Plambongan Kalurahan Triwidadi Kapanewon Pajangan Kabupaten Bantul sangat meresahkan warga pengguna jalan .

Keluhan soal tambang galian C mengabaikan keselamatan pengguna jalan, menyebabkan jalan penuh tanah, adalah masalah umum yang sering terjadi, mengindikasikan kurangnya penertiban dan kepatuhan terhadap aturan, sehingga perlu pengawasan ketat dari pemerintah daerah terkait izin, AMDAL, dan pemulihan dampak lingkungan seperti pembersihan jalan agar aman kembali untuk masyarakat umum.

Kondisi Jalan Panjangan – Sedayu penuh tanah berserakan dari angkutan Truk Tambang Galian C yang Melintas (Foto/Dok.Lensanusa)

Salah seorang warga pengguna jalan Agus warga Sedayu, mengaku jalanan tersebut menjadi licin karena tanah yang berserakan akibat galian tersebut memenuhi jalan. Sehingga ketika hujan turun akan sangat berbahaya.

“Setiap hari saya melintasi jalan ini (Pajangan -Sedayu) kalau habis turun hujan jalanya licin karena tanah galian yang berjatuhan dari ban truk pengangkut beserakan di jalan” ujarnya kepada Lensanusa.com pada Selasa ( 20/1/2026).

“Apa lagi kalau hujan deras air dari lokasi tambang membawa lumpur ke jalan sehingga akibatkan pengguna sepeda motor sering terjatuh karena jalan sangat licin” ujarnya.

Ia berharap pemahaman terhadap kepentingan publik pengguna jalan dan ketertiban lingkungan merupakan hal tanpa tawar menawar.

Sebelumnya, ceceran tanah menyebab licinnya jalan yang mengkhawatirkan terjadi kecelakaan banyaknya pengguna jalan bersepeda motor jatuh terpeleset, tentunya hal itu sangat mengganggu kenyamanan hak layak ramai” ungkapnya.

Hal tersebut juga di benarkan oleh warga yang sering melintas jalan tersebut, ia berharap inspeksi teknis dan mekanisme pengelolaan tambang galian tanah di Kabupaten Bantul dievaluasi kembali oleh instansi terkait seperti Dinas Pertambangan dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) DIY

“Pengawasan dari pihak terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup, juga perlu ditingkatkan,” ujarnya

Selain itu jika pengelola tambang tidak dapat mematuhi standar lingkungan yang ditetapkan, pemerintah seharusnya mencabut izin usaha mereka (IUP).

Dijagad media sosial juga ramai terkait postingan Salah satu akun fb wajiana luthfi juga sempat mengunggah dampak dari aktivitas penambangan galian C tersebut.
“Kalau malam habis hujan, hati melintas, krn aspal ada bleberan tanah putih yg licin, di Jl pajangan sedayu tepatnya dusun plambongan”, katanya. *SY

Share :

Baca Juga

DI YOGYAKARTA

Kapolda DIY Tinjau Tol Fungsional Jogja-Solo Segmen Klaten-Prambanan Jelang Libur Nataru 2025

DI YOGYAKARTA

Sejumlah Massa Driver Ojol Serbu Rumah Warga di Sleman dan Rusak Mobil Patroli Polisi

DI YOGYAKARTA

PMI Bantul Mengalami Krisis Ketersediaan Stok Darah untuk Melayani Pasien

DI YOGYAKARTA

Rieke Diah Pitaloka Kunjungi Rumah Mbah Tupon dan Serahkan Langsung Surat Pemblokiran dari ATR/BPN

DI YOGYAKARTA

Mengabdi Tanpa Catatan Pelangaran, Ipda Sri Sukamta Dapat Kenaikan Pangkat Pengabdian

DI YOGYAKARTA

Laptop Mahasiswa KKN UII Unit 74 Hilang Digasak Maling di Sanden

DI YOGYAKARTA

Berikan Perlindungan Pekerja Padat Karya Terbanyak, Disnakertrans Bantul Raih Penghargaan

DI YOGYAKARTA

Ratusan Pelajar Sekolah se Kabupaten Bantul Mengikuti Lomba PMR Dalam Rangka HUT PMI ke 79