Home / DAERAH / PEKANBARU

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Musda PBB Riau Tetapkan Ernawati Marinda Sagala sebagai Ketua, Saatnya Buktikan Kepemimpinan Lewat Kerja Nyata

PEKANBARU | LENSANUSA.COM-Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Batak Bersatu (PBB) Provinsi Riau menetapkan Ernawati Marinda Sagala, S.H., M.H., sebagai ketua secara aklamasi. Keputusan ini bukan sekadar penetapan pucuk pimpinan, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk memperkuat konsolidasi, merawat persaudaraan, dan memastikan organisasi hadir melalui kerja nyata di tengah masyarakat.

Musda yang berlangsung di Aula Hotel Ameera, Jalan Ahmad Yani, Pekanbaru, Sabtu (17/10/2026), menjadi momentum penting bagi Pemuda Batak Bersatu untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan arah gerak kepengurusan ke depan.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Batak Bersatu, Dr. Siagian, S.H., M.H.; Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Riau, Dr. Boby Rachmat, S.STP., M.Si.; perwakilan Polda Riau; serta perwakilan Kodam Tuanku Tambusai.

Sebanyak 9 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pemuda Batak Bersatu dari berbagai wilayah di Provinsi Riau turut berpartisipasi dalam forum tersebut. Kehadiran seluruh perwakilan cabang menjadi bagian penting dalam memperkuat kebersamaan dan menyatukan komitmen organisasi.

Terpilihnya Ernawati secara aklamasi mencerminkan keputusan bersama dalam forum Musda. Namun, kepercayaan tersebut sekaligus membawa konsekuensi yang tidak ringan: kepemimpinan harus mampu merangkul seluruh kader, memperkuat tata kelola organisasi, dan membuktikan bahwa keberadaan Pemuda Batak Bersatu memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Sebab, ukuran keberhasilan sebuah organisasi bukan hanya terletak pada struktur kepengurusan atau ramainya kegiatan seremonial, melainkan pada konsistensi kerja, soliditas kader, serta kontribusi yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Wakil Ketua Umum DPP Pemuda Batak Bersatu, Dr. Siagian, S.H., M.H., menegaskan bahwa Musda merupakan forum strategis untuk mengevaluasi perjalanan organisasi selama lima tahun terakhir sekaligus menyusun langkah perbaikan yang lebih terarah.

Menurutnya, keberhasilan Musda tidak cukup diukur dari terpilihnya seorang ketua. Hal yang jauh lebih penting adalah kemampuan kepengurusan baru menerjemahkan keputusan musyawarah menjadi program kerja yang konkret, terukur, dan berkelanjutan.

“Musda ini bukan hanya tentang memilih ketua baru, tetapi juga mengevaluasi perjalanan organisasi selama lima tahun terakhir. Evaluasi tersebut harus menjadi dasar untuk membangun program yang lebih baik, memperkuat organisasi, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya di Provinsi Riau,” tegas Dr. Siagian.

Ia menekankan bahwa kekuatan organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya struktur atau banyaknya anggota. Organisasi yang kuat adalah organisasi yang mampu menjalankan fungsi sosialnya, membangun solidaritas, serta memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.

“Pemuda Batak Bersatu harus berkembang bukan hanya secara struktural, tetapi juga secara fungsional. Organisasi harus hadir di tengah masyarakat, memiliki program yang jelas, dan mampu menunjukkan kerja nyata. Keberadaan organisasi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Dr. Siagian juga menegaskan bahwa DPP akan menjalankan fungsi pembinaan, pemantauan, dan evaluasi terhadap kepengurusan DPD Pemuda Batak Bersatu Provinsi Riau.

Ia berharap kepemimpinan Ernawati mampu memperkuat koordinasi dengan seluruh DPC, menjaga kekompakan kader, serta membangun komunikasi dan kerja sama yang baik dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai elemen masyarakat.

“Jangan sampai organisasi hanya aktif dalam kegiatan seremonial. Kita harus membangun program yang terarah, menjaga kekompakan, dan menunjukkan kerja nyata. Dengan kebersamaan dan sinergi yang baik, Pemuda Batak Bersatu di Provinsi Riau diharapkan semakin maju dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.

Pesan DPP tersebut menegaskan bahwa kepemimpinan baru tidak cukup hanya menjalankan roda organisasi secara administratif. Diperlukan arah yang jelas, disiplin organisasi, serta program yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Riau, Dr. Boby Rachmat, S.STP., M.Si., menegaskan pentingnya peran organisasi kemasyarakatan dalam menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan memelihara keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat.

Menurutnya, organisasi kemasyarakatan memiliki posisi strategis dalam mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan sekaligus menjaga situasi daerah tetap aman dan kondusif.

“Organisasi kemasyarakatan memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan dan keharmonisan di tengah keberagaman. Kami berharap Pemuda Batak Bersatu terus membangun sinergi dengan pemerintah, menjaga kondusivitas daerah, serta menghadirkan kegiatan positif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Riau,” tegas Boby Rachmat.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberadaan organisasi kemasyarakatan membawa tanggung jawab yang lebih luas daripada kepentingan internal. Setiap organisasi memiliki ruang untuk berkontribusi dalam merawat kehidupan sosial, memperkuat toleransi, dan membangun kepercayaan di tengah masyarakat.

Dalam konteks Provinsi Riau yang dihuni masyarakat dengan latar belakang suku, agama, dan budaya yang beragam, semangat persaudaraan harus diwujudkan melalui sikap saling menghormati, kepedulian sosial, serta komitmen menjaga persatuan.

Pemuda Batak Bersatu diharapkan dapat mengambil bagian dalam upaya tersebut melalui kegiatan yang konstruktif, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan bersama.

Usai ditetapkan sebagai Ketua DPD Pemuda Batak Bersatu Provinsi Riau secara aklamasi, Ernawati Marinda Sagala, S.H., M.H., menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh keluarga besar organisasi.

Ia menegaskan bahwa terpilihnya dirinya bukanlah kemenangan pribadi, melainkan amanah bersama yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Terpilih secara aklamasi bukanlah kemenangan pribadi, melainkan amanah dan tanggung jawab bersama. Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan seluruh keluarga besar Pemuda Batak Bersatu, khususnya kepada 9 DPC yang telah hadir dan berpartisipasi dalam Musda ini,” ungkap Ernawati.

Menurutnya, setelah seluruh rangkaian musyawarah selesai, tidak boleh ada lagi sekat yang menghambat kebersamaan. Seluruh kader harus kembali bersatu, mengesampingkan perbedaan, dan menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Tidak ada lagi perbedaan setelah musyawarah ini. Kita semua adalah satu keluarga besar yang memiliki tanggung jawab untuk membesarkan organisasi. Saya ingin Pemuda Batak Bersatu di Provinsi Riau semakin solid, bermartabat, dan hadir memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” tegasnya.

Ernawati memandang kepemimpinan bukan sekadar jabatan atau kewenangan. Kepemimpinan harus diwujudkan melalui keteladanan, komunikasi terbuka, kemampuan merangkul seluruh kader, serta kesediaan bekerja bersama untuk mencapai tujuan organisasi.

Baginya, kepercayaan yang diberikan melalui Musda harus dijawab dengan langkah nyata. Konsolidasi internal, penguatan koordinasi antarcabang, dan penyusunan program kerja yang berorientasi pada kepentingan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun organisasi yang lebih terarah.

Ia juga menegaskan pentingnya memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, organisasi kemasyarakatan lainnya, serta seluruh elemen masyarakat guna menjaga persatuan, toleransi, dan kondusivitas Provinsi Riau.

“Bagi saya, jabatan bukan tentang kedudukan, melainkan tentang pengabdian. Kepemimpinan harus dibuktikan melalui kerja nyata, ketulusan melayani, dan keberanian mengambil tanggung jawab. Mari kita bergandengan tangan, menjaga persaudaraan, dan menjadikan Pemuda Batak Bersatu sebagai organisasi yang membawa manfaat bagi masyarakat, daerah, dan bangsa,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan arah kepemimpinan yang ingin dibangun Ernawati: kepemimpinan yang merangkul, mengedepankan persaudaraan, dan mengukur keberhasilan melalui manfaat yang dihasilkan.

Terpilihnya Ernawati Marinda Sagala secara aklamasi membuka babak baru perjalanan DPD Pemuda Batak Bersatu Provinsi Riau. Tantangan kepengurusan mendatang bukan hanya menjaga soliditas internal, tetapi juga membangun organisasi yang tertib, produktif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Pertama, memperkuat konsolidasi organisasi. DPD dan seluruh DPC perlu membangun koordinasi yang efektif, menyatukan visi, memperjelas pembagian tanggung jawab, serta memastikan setiap program kerja memiliki tujuan dan pelaksanaan yang terukur.

Kedua, merawat persatuan dan persaudaraan. Soliditas organisasi harus dibangun melalui komunikasi yang sehat, sikap saling menghormati, dan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan. Persatuan bukan berarti meniadakan perbedaan, melainkan menyatukan langkah untuk mencapai tujuan bersama.

Ketiga, memperluas pengabdian kepada masyarakat. Program sosial, kegiatan kemanusiaan, penguatan nilai kebangsaan, serta kerja sama lintas organisasi dapat menjadi ruang kontribusi bagi Pemuda Batak Bersatu untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas.

Ketiga agenda tersebut membutuhkan komitmen bersama, bukan hanya dari ketua terpilih, melainkan juga dari seluruh jajaran pengurus dan kader. Kepemimpinan dapat menentukan arah, tetapi keberhasilan organisasi hanya dapat diwujudkan melalui kerja kolektif dan konsistensi dalam menjalankan tanggung jawab.

Musda Telah Menetapkan Pemimpin, Kerja Nyata Menentukan Makna Kepemimpinan

Musda DPD Pemuda Batak Bersatu Provinsi Riau telah menetapkan Ernawati Marinda Sagala sebagai ketua secara aklamasi. Kini, perhatian beralih pada bagaimana amanah tersebut diterjemahkan menjadi konsolidasi yang kuat, program yang terarah, dan pengabdian yang berkelanjutan.

Kepercayaan yang diberikan harus menjadi energi untuk membangun organisasi yang semakin solid, memperkuat hubungan antarkader, serta menjaga persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Riau.

Lebih dari sekadar pergantian kepemimpinan, Musda ini menjadi pengingat bahwa organisasi kemasyarakatan memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga keharmonisan sosial dan mendukung kemajuan daerah.

Sebab, kepemimpinan bukan hanya tentang siapa yang terpilih, tetapi tentang apa yang dikerjakan setelah kepercayaan diberikan. Jabatan dapat diperoleh melalui musyawarah, tetapi kehormatan organisasi dibangun melalui integritas, persatuan, dan pengabdian nyata.

Dengan semangat kebersamaan, DPD Pemuda Batak Bersatu Provinsi Riau diharapkan mampu memperkuat nilai persaudaraan dan kebangsaan,

menjaga kerukunan, serta berkontribusi bagi terwujudnya Provinsi Riau yang aman, damai, harmonis, dan bermartabat.

 

Editor: Andi Champay

Share :

Baca Juga

DAERAH

Melalui Acara Penyusunan Profil, Staf Ahli Serahkan Penghargaan Kepada 14 Kelurahan Cepat Berkembang

DAERAH

Pj. Bupati Kampar Sampaikan Jawaban Atas Laporan Pansus DPRD Tentang LKPJ Tahun 2022

DAERAH

DPR -RI Sambut Hangat Pendalaman Daerah Istimewa Riau Oleh LAMR 

DAERAH

Kanwil Kementerian Hukum & Ham Sumatra Utara, Rumah Tahanan Negara kelas I labuhan Deli.

DAERAH

Bawa Nama Kota Bertuah, Kenshi Kempo Pekanbaru Siap Tempur di Kejurnas Sumatera

DAERAH

Gubernur Riau SF Hariyanto Terbitkan Pergub 2024 Gratiskan Biaya SMA dan SMK, PWDPI: Pendidikan Adalah Skala Prioritas!!

DAERAH

Hari H + 3 Lebaran Idul Dirlantas Polda Riau dan Istansi Terkait Pantau Arus Mudik di Jalinsum.

DAERAH

Sinergitas Sukseskan Pilkada Serentak 2024, Kapolresta Deli Serdang Terima Audensi Dari KPU Deli Serdang