Home / DI YOGYAKARTA / OPINI

Kamis, 7 November 2024 - 09:08 WIB

Mustafa: Manfaatkan Kecanggihan Teknologi, Modus Baru Koruptor untuk Money Laundry

YOGYAKARTA | LENSANUSA.COM. – Di zaman  era digital yang semakin canggih, menjadi kesempatan bagi koruptor menggunakan berbagai cara canggih untuk menyembunyikan hasil kejahatannya. Advokat muda dan praktisi hukum, Musthafa SH, menjelaskan bahwa teknologi informasi (IT) telah menjadi alat utama bagi para pelaku untuk mencuci uang secara efektif dan masih sulit dideteksi.

Menurut Musthafa, para koruptor tidak lagi hanya mengandalkan metode tradisional untuk menyembunyikan uang hasil korupsi. Kini mereka memanfaatkan teknologi yang canggih seperti blockchain, jaringan VPN, dan mata uang kripto untuk memindahkan uang secara global dan menjaga anonimitasnya.

“Kecanggihan teknologi memang menawarkan kemudahan, tapi juga celah untuk tindak kejahatan yang lebih kompleks. Koruptor menggunakan teknologi ini untuk membuat jejak digital yang hampir tidak mungkin dilacak,” ujar Musthafa.

Ia juga menyoroti bahwa dengan penggunaan teknologi seperti smart contracts di blockchain, koruptor dapat mengatur transaksi otomatis yang sulit dilacak oleh otoritas. Mata uang kripto, terutama yang memiliki privasi tinggi, menjadi pilihan favorit karena tidak melibatkan pihak ketiga, yang biasanya bekerja sama dengan regulator untuk memantau transaksi mencurigakan.

“Saat ini, modus pencucian uang menjadi semakin kompleks karena mereka menggunakan jaringan yang terenkripsi serta transaksi otomatis berbasis smart contract,” ujar Musthafa. “Mereka bisa mengatur aliran uang secara otomatis dan anonim sehingga otoritas sulit mengidentifikasi sumber dan tujuan akhir dana tersebut.” Tambahnya

Selain itu, Musthafa menekankan pentingnya kolaborasi antara penegak hukum dan pakar IT dalam memahami tren dan pola baru ini. Menurutnya, regulasi yang kuat terhadap penggunaan teknologi tertentu dan pengembangan sistem pengawasan yang lebih baik sangat diperlukan agar para koruptor tidak lagi dengan mudah menghindari jeratan hukum.

“Perlunya penegakan hukum yang berkolaborasi dengan ahli IT adalah keniscayaan. Hanya dengan pemahaman teknologi yang baik kita bisa menghambat praktek pencucian uang yang kian modern ini,” Tutup Musthafa. *SY

Share :

Baca Juga

DI YOGYAKARTA

Kasdim 0729/Bantul Hadiri Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 118 di Lapangan Trirenggo

DI YOGYAKARTA

Trimurti Srandakan Alami Krisis Air Bersih, Perumda Tirta Projotamansari Tawarkan Solusi Pemasangan Gratis Jaringan PDAM

DI YOGYAKARTA

Pria Tua di Sanden Bantul Ditemukan Meninggal Dunia dalam Kamar

DI YOGYAKARTA

Polisi Temukan Sepeda Motor Milik Korban Tewas di Sungai Code Pleret Bantul

DI YOGYAKARTA

Korban Tenggelam di Sungai Progo ditemukan Mengapung di Lendah Kulonprogo

DI YOGYAKARTA

Ratusan Warga Geruduk Balai Kalurahan Bantul, Lurah Terbitkan Surat Keputusan Sanksi Berat Terhadap Dukuh Gandekan !!

DI YOGYAKARTA

Polisi Tangkap Buronan Kasus Kematian Triyanto alias Munil

DI YOGYAKARTA

BPBD Bantul Kukuhkan 4 Kalurahan Tangguh Bencana (Kaltana)