Home / DI YOGYAKARTA

Rabu, 23 Juli 2025 - 22:09 WIB

Napak Tilas Jejak Sejarah Pabrik Gula di Bantul Yang Terlupakan

Foto Ket.Pabrik Gula Gesiekan tempo dulu

Foto Ket.Pabrik Gula Gesiekan tempo dulu

BANTUL | LENSANUSA.COM. – Industri gula pernah menjadi denyut nadi perekonomian Yogyakarta sejak abad ke-19, menjadikan wilayah ini sebagai salah satu pusat produksi gula terbesar di Hindia Belanda.

‎‎Dengan tanaman tebu sebagai komoditas utama, setidaknya 19 pabrik gula berdiri megah di berbagai wilayah Yogyakarta seperti Bantul, Sleman, dan Kulon Progo.

Foto  Ket. Pabrik Gula Kedathon Pleret tempo dulu.

di kabupaten Bantul sendiri pernah berdiri 8 pabrik gula diantaranya Pabrik Gula (PG) Bantool, PG Barongan, PG Gesiekan, PG Gondanglipoero, PG Kedaton Pleret, PG Padokan, PG Poendoeng, dan PG Sedajoe.

Foto Ket. Pabrik Gula Barongan tempo dulu

‎‎“Pabrik-pabrik gula ini bukan hanya simbol industri, tetapi juga saksi sejarah kolonialisme, modernisasi, dan perjuangan rakyat,” ujar A. Pratiwi, pemerhati sejarah.

‎‎Berdirinya pabrik-pabrik tersebut tak lepas dari diberlakukannya Agrarische Wet 1870, yang membuka keran investasi swasta di bidang perkebunan.

‎‎Selain itu, jejak kebijakan Tanam Paksa (Cultuurstelsel) juga turut mendorong tebu menjadi komoditas unggulan.

‎‎“Liberalisasi ekonomi dan pemberian hak sewa tanah hingga 70 tahun membuat banyak pengusaha Eropa tertarik membangun pabrik di Yogyakarta,” jelas Antun Siwi Astutiningsih, Arsiparis Sleman.

‎Industri gula pun berkembang pesat, didukung oleh infrastruktur transportasi seperti kereta api jalur Yogyakarta–Palbapang–Sewugalur yang difungsikan khusus untuk mobilisasi hasil gula.

‎Pabrik-pabrik seperti PG Medari, PG Beran, PG Cebongan, dan lainnya menjadi bagian dari sistem industri yang terhubung dan efisien di zamannya.

‎‎“Transportasi menjadi tulang punggung penggerak roda industri kala itu,” tulis Antun dalam arsipnya.

‎Namun kejayaan itu meredup ketika krisis ekonomi global Malaise pada 1929 melanda.

‎Anjloknya bursa saham dunia memicu perjanjian internasional seperti Charbourne Agreement yang memaksa Hindia Belanda mengurangi produksi gula.

‎“Akibat perjanjian itu, banyak pabrik di Yogyakarta harus ditutup karena produksi dipangkas drastis,” terang Pratiwi. Tersisa hanya delapan pabrik yang masih bertahan pada era 1930-an.

‎Pukulan terakhir datang saat Agresi Militer II berlangsung. Demi strategi perang, jembatan dan jalur transportasi dirusak, termasuk bekas-bekas pabrik gula yang dibumihanguskan agar tidak digunakan tentara Belanda.

‎Kini, kejayaan industri gula di Daerah Istimewa Yogyakarta hanya tersisa pada PG Madukismo yang berada di kabupaten Bantul, sementara lainnya telah berubah menjadi permukiman dan terlupakan dalam ingatan kolektif.

‎‎“Sejarah ini perlu dikenang agar generasi mendatang tahu, Yogyakarta pernah manis oleh gula dan perjuangan,” tutup Pratiwi.

Sebenarnya kabupaten Bantul memiliki kekayaan sejarah yang luar biasa untuk dijadikan wisata edukasi sejarah untuk generasi muda tentang Pabrik Gula di Bantul yang masih bisa kita lihat dan temukan bekas peninggalannya.

Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Sebagai bangsa yang besar maka sepatutnya kita tidak melupakan sejarah bangsa ini termasuk sejarah panjang perjalanan industri gula di Indonesia. Sebagai negara yang pernah menjadi pengeksor gula terbesar kedua didunia, patutlah kita belajar dari sejarah agar predikat tersebut bisa kita sandang lagi suatu hari nanti.

Tetap semangat “BANTUL BUMI SATRIYA, SAWIJI AMBUKA  KARTANING  PRAJA”.*SY.

Share :

Baca Juga

DI YOGYAKARTA

Harapan dari Yogyakarta untuk Sumatera, Polda DIY Berangkatkan Bantuan Kemanusiaan bagi Korban Bencana

DI YOGYAKARTA

Hasto-Wawan Klaim Kemenangan Sementara 44,42%, di Pilkada Jogja, “Menang Ojo Umuk, Kalah Ojo Ngamuk”

DI YOGYAKARTA

Sekelompok Warga Seloharjo Pundong Berniat Protes Dukuh Selingkuh, Ganti Topik Unjuk Rasa Tuduh Lurah Korupsi Dana Desa

DI YOGYAKARTA

Jelang Tour Of Kemala 2025, Tingkat Hunian Hotel Meningkat

DI YOGYAKARTA

Tragis! Laka Tunggal, Dua Mayat Pemuda Ditemukan Tewas di Dam Cangkring Jalan Samas Bantul

DI YOGYAKARTA

Polisi Fasilitasi Restorative Justice Dugaan Tindak Pidana Pencurian Sepeda Motor di Bambanglipuro

DI YOGYAKARTA

Bengkel di Sewon Geger, Ditemukan Pria Meninggal di Dalam Mobil

DI YOGYAKARTA

Jaksa Sahabat Kampus Program Kejari Sleman Akan Segera Di Launching