BINJAI | LENSANUSA.COM – Kepolisian Resor (Polres) Binjai menggelar upacara tradisi pelepasan personel yang memasuki masa purnabakti (pensiun) periode Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan di lapangan apel Mapolres Binjai, Jalan Sultan Hasanuddin No. 1, Kota Binjai, Rabu (13/05/2026).
Upacara dipimpin langsung oleh Kapolres Binjai, AKBP Mirzal Maulana, S.I.K., S.H., M.M., M.H., sebagai bentuk penghormatan terakhir institusi atas dedikasi para personel selama puluhan tahun mengabdi di Korps Bhayangkara.
Penghargaan atas Loyalitas Tanpa Batas
Dalam amanatnya, AKBP Mirzal Maulana menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada tujuh personel yang mengakhiri masa dinasnya. Ia menekankan bahwa purnabakti merupakan pencapaian tertinggi seorang prajurit kepolisian yang berhasil menyelesaikan tugas tanpa cacat.
“Momen ini penuh haru bagi kita semua. Kita melepas rekan-rekan terbaik yang telah bekerja dengan penuh dedikasi, loyalitas, dan integritas. Purnabakti bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan bentuk pencapaian atas perjalanan panjang yang tidak mudah,” ujar AKBP Mirzal.
Ia juga menambahkan bahwa para purnawirawan telah mengorbankan banyak waktu bersama keluarga demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Daftar Personel yang Memasuki Purnabakti
Adapun tujuh personel Polres Binjai yang dilepas dalam upacara tersebut adalah:
AKP Junaidi
AKP Kartono Sinuraya
IPDA Suherman
IPDA P. Siahaan
IPDA Nurdin
AIPTU Aminuddin
AIPTU Tumpak Parulian Marbun
Kapolres berharap keteladanan yang ditunjukkan oleh para senior tersebut dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi personel yang masih aktif dalam menjalankan tugas melayani masyarakat.
Dihadiri Pejabat Utama dan Bhayangkari
Upacara pelepasan ini turut dihadiri oleh Wakapolres Binjai Kompol Sofyan H. NST, S.H., M.H., Ketua Bhayangkari Cabang Binjai Ny. Ita Mirzal Maulana, Wakil Ketua Bhayangkari Ny. Rani Sofyan, serta para Pejabat Utama (PJU) dan seluruh personel Polres Binjai.
Acara ditutup dengan tradisi pelepasan simbolis yang menandai kembalinya para personel tersebut ke tengah-tengah masyarakat sebagai warga sipil, namun tetap membawa jati diri Bhayangkara yang melekat selamanya. (**/Dilla)














