MEDAN | LENSANUSA.COM – Perubahan sangat signifikan yang dirasakan baik si pir maupun warga binaan untuk menuju dan kesuksesan mencapai kepribadian yang baik dan kedisiplinan sesuai aturan yang ada di Rumah Tahanan Negara ( Rutan ) Kelas I Medan.
Selain itu tidak terlepas juga dari program- program yang dicanangkan Nimrot Sihotang selaku Kepala Rutan Kelas I Medan untuk memberi kesempatan bagi warga binaan yang ingin benar- benar di bina diberikan pengetahuan seperti, berkebun, berternak hingga sampai keterampilan membuat sandal dan sepatu, meubel, bengkel kendaraan serta las. Kegiatan tersebut sebagai pelatihan kemandirian bagi warga binaan sesuai dengan amanah UU NO 22 tentang Pemasyarakatan dan perjanjian kinerja kementerian hukum dan ham tahun 2023.
Sebelumnya Kepala Divisi Pemasyarakatan, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Wilayah dalam kunjungannya Menghimbau, sangat penting dilaksanakan menerapkan intruksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yaitu etting to zero handphone (Halinar)” lanjutnya.
Sementara itu, di tempat terpisah Kakanwil Kemenkumham menyebut bahwa seluruh jajaran agar tetap menjaga integritas dan loyalitas melaksanakan tugas sebagai abdi negara.
“Tak terkecuali bagi seluruh jajaran Pemasyarakatan, agar memiliki tanggung tanggung jawab atas amanah yang diberikan untuk melaksanakan SOP yang telah ditetapkan. Bersama sejumlah jajaran, kunjungi Rutan untuk memastikan sarana dan prasarana kebutuhan warga binaan terpenuhi dengan baik” lanjut salah seorang Pimpinan Tinggi Pratama di bawah kepemimpinan Menkumham, Yasonna itu.
Sejumlah titik dikunjungi Kadivpas, diantaranya, dapur, poliklinik, serta blok hunian, untuk memastikan kebersihannya.
Tak hanya itu, ia juga melakukan pemeriksaan loker penitipan HP pegawai yang hendak memasuki area Rutan .
“Ini penting dilaksanakan untuk menerapkan imbauan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yaitu getting to zero handphone (Halinar)” lanjutnya.
Kakanwil juga menambahkan, Rutan harus waspada terhadap gangguan Keamanan dan ketertiban. Sehingga, Mitigasi Risiko sangat penting untuk terus dijalankan” tambahnya.














