BANTUL | LENSANUSA.COM. – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menggelar Sarasehan Peringatan Hari Jadi ke-194 Kabupaten Bantul, di Pendopo Manggala Parasamya, Kamis (10/7/2025) malam.Kegiatan ini merupakan rangkaian menyambut peringatan lahirnya Bumi Projotamansari.
Dalam kegiatan dihadiri oleh Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, Wakil Bupati Aris Suharyanta, Kapolres Bantul AKBP Novita Eka Sari S.H.S.I.K. M.H, Danramil Bantul Letkol Arm Mespan, Sekda Bantul Agus Budi Raharjo, staf ahli ,kepala OPD,kepala BUMD/BUMN , Panewu, Lurah se kabupaten Bantul, para tokoh agama,tokoh masyarakat,ketua organisasi kemasyarakatan, dan Para ketua OSIS SMK/SMU se kabupaten Bantul .

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih dalam sambutannya menyampaikan tema Peringatan Hari Jadi ke-194 Kabupaten Bantul, yakni Bantul Bumi Satriya dimaknai Bantul sebagai bagian dari tempat dan peristiwa penting yang mewarnai sejarah Yogyakarta dan Indonesia.
“Kemudian, Sawiji Ambuka Kertaning praja merupakan semangat yang merujuk pada peristiwa sejarah penting berdirinya Kerajaan Mataram Islam. Namun, secara harfiah, Sawiji Ambuka Kertaning Praja dimaknai sebagai bersatu padu membuka gerbang kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bantul,” katanya.
Abdul Halim Muslih lanjutnya mengatakan bahwa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menempatkan Bantul sebagai kabupaten keempat paling maju di Indonesia tahun 2024.
Peringkat tersebut berdasarkan pemetaan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) terhadap 416 kabupaten se-Indonesia yang dilihat dari empat aspek lingkungan pendukung, sumber daya manusia, pasar, dan ekosistem ekonomi.
“Capaian ini menguatkan kita bahwa dengan potensi sumber daya yang dimiliki, serta perencanaan dan kebijakan yang tepat, Bantul bisa menjadi daerah yang maju dan sejahtera,” ungkap Halim.
Dalam moment hari jadi Kabupaten Bantul ke 194, Bupati mengajak masyarakat agar bulatkan tekad dan bersatu padu untuk mewujudkan visi Pemkab Bantul, yakni mewujudkan masyarakat bantul yang maju, kuat, demokratis dan sejahtera berdasarkan keberagaman dan budaya istimewa. *SY.














