Home / TNI/POLRI

Rabu, 22 Oktober 2025 - 07:18 WIB

Sorotan Tajam ke Polsek Koto Gasib, Judi Gelper Diduga Bebas Beroperasi Dekat Kantor Polisi

SIAK | LENSANUSA.COM – Maraknya dugaan praktik perjudian berkedok gelanggang permainan (Gelper) jenis tembak ikan di Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Riau kembali jadi sorotan publik. Pasalnya, lokasi yang diduga kuat menjadi arena judi itu hanya berjarak beberapa ratus meter dari Markas Kepolisian Sektor (Polsek) Koto Gasib.

Berdasarkan penelusuran lapangan pada Kamis (16/10/2025), menunjukan arena Gelper itu berada di Jalan Buatan simpang Astra, tepat di belakang sebuah pangkas rambut yang disebut-sebut milik seseorang berinisial JS. Aktivitas di lokasi tersebut berlangsung hingga larut malam dan terbuka untuk umum, menimbulkan keresahan di kalangan warga sekitar.

Seorang sumber yang enggan disebutkan namanya mengaku sebagai warga setempat mengungkapkan bahwa tempat judi gelper tersebut tetap beroperasi tanpa sentuhan dari pihak kepolisan dan tidak pernah ditutup.

“Setiap malam pasti ramai. Banyak yang datang main ke situ. Warga disini sudah resah sekali, bahkan ada salah seorang istri yang hampir pisah gara-gara suami habiskan uang untuk main game itu,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan pada, Kamis (16/10/25).

Menurut warga lainnya, keberadaan Gelper itu telah menimbulkan dampak sosial serius. Tak sedikit keluarga yang mengalami pertengkaran akibat penghasilan habis untuk berjudi.

“Sudah banyak yang ribut gara-gara uang belanja dipakai main judi. Padahal seharusnya untuk kebutuhan rumah tangga,” tambahnya.

Masyarakat mempertanyakan kinerja aparat kepolisian, karena meski lokasinya begitu dekat dengan kantor polisi, aktivitas perjudian tetap berjalan tanpa hambatan.

“Aneh, dekat sekali dengan kantor polisi, tapi tidak ada tindakan. Jangan sampai muncul anggapan ada pembiaran atau bahkan beking di balik ini,” tegas warga lainnya.

Praktik Gelper yang mengandung unsur perjudian jelas bertentangan dengan hukum. Pasal 303 KUHP menegaskan, setiap orang yang menyelenggarakan atau memfasilitasi perjudian dapat diancam pidana penjara hingga 10 tahun atau denda maksimal Rp25 juta. Sementara pemainnya terancam pidana penjara hingga 4 tahun atau denda maksimal Rp10 juta.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya juga telah berulang kali menekankan agar seluruh jajaran kepolisian tidak memberi ruang bagi praktik perjudian, baik online maupun konvensional. Kapolri menegaskan, setiap Kapolda hingga Kapolsek wajib bertanggung jawab dalam menindak tegas segala bentuk perjudian di wilayah hukumnya.

Namun, saat dikonfirmasi, Ipda Rian Kanit Reskrim (Kepala Unit Reserse Kriminal) Polsek Koto Gasib melalui pesan WhatsApp pada, Senin (20/10/25) memilih bungkam hingga berita ini diterbitkan. Upaya konfirmasi akan terus dilakukan guna memperoleh tanggapan lebih lanjut dari kepolisian atas keberadaan Gelper tersebut.

Keadaan ini pun semakin meruncing dan mempertanyakan keseriusan aparat penegak hukum dalam menjaga ketertiban dan keamanan diwilayah koto Gasib khususnya dan kabupaten Siak pada umumnya.

Masyarakat berharap aparat segera menindak tegas praktik perjudian yang meresahkan ini, agar tidak menimbulkan kesan pembiaran terhadap kepolisian. (*/Tim)

Share :

Baca Juga

BENGKALIS

Press Release Pengungkapan Kasus Peradaran Gelap Narkotika Jenis Sabu

TNI/POLRI

Polres Padang Lawas Melaksanakan Patroli Blue Light Sebelum Pelantikan Bupati Terpilih

TNI/POLRI

Polri Peduli Masyarakat: Polres Sibolga Salurkan Bantuan Sosial untuk Korban Bencana Alam

LANGKAT

Polres Langkat Ikuti Launching Program Perkarangan Pangan Lestari Untuk Ketahanan Pangan Nasional

MEDAN

DJP Sumut I Sita Aset Rp32 Miliar dalam Kasus Tindak Pidana Perpajakan

SUMATERA UTARA

Puslabfor Polda Sumut Olah TKP Laka Kerja di PT Aqua Farm Nusantara

TNI/POLRI

Pencarian Korban Longsor Panggugunan Dihentikan Sementara, Personel Polres Humbahas Tetap Siaga di Lokasi

TNI/POLRI

Kapolda Sumut Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Toba 2025