Home / DKI JAKARTA

Rabu, 1 Mei 2024 - 14:47 WIB

Menkop UKM Teten Masduki, Respon Pernyataan Bahwa Tidak Ada Larangan Warung Madura Buka 24 Jam

JAKARTA | LENSANUSA.COM — Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Teten Masduki, merespon pernyataan tokoh Madura, asal Pemekasan, HM.Jusuf Rizal,SH yang meminta agar Kemenkop UKM memberi klarifikasi terbuka atas pernyataan pelarangan toko kelontong Warga Madura buka 24 jam yang disampaikan Sekretaris Menkop UKM, Arif Rahman Hakim.

Dalam pernyataan terbuka di Jakarta, Teten Masduki menyatakan tidak ada pelarangan toko kelontong masyarakat (Warung Madura) untuk buka 24 jam. Ia juga memastikan jika Kemenkop UKM memiliki komitmen untuk melindungi UKM dari persaingan dengan ritel modern.

Disebutkan pelarangan jam operasional buka 24 jam, sesuai Permendag 23 tahun 2021, hanya berlaku kepada Hypermarket, Supermarket dan Minimarket. Begitu juga terkait Perda di Kabupaten Klungkung, Bali Nomor : 13 Tahun 2018, tidak mengatur pelarangan Warung Kelontong Warga Madura buka 24 jam.

“Melalui pernyataan Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, jelas jika tidak ada pelarangan Warung Madura buka 24 jam. Tidak ada peraturan yang dilanggar. Ini akan menjadi pegangan bagi Warga Madura yang berusaha. Jika ada yang main-main kita akan proses hukum,” tegas Jusuf Rizal, pria penggiat anti korupsi, Ketua LBH LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) itu.

Sebagaimana dilansir media sebelumnya, Sekretaris Kemenkop dan UKM, Arif Rahman Hakim, menghimbau agar Warung Kelontong Madura tidak membuka 24 jam di Klungkung, Bali. Harus mengikuti jam operasional yang ditetapkan. Ini karena pengusaha minimarket di Bali keberatan Warung Madura buka 24 jam.

Kemudian, Tokoh Madura asal Pamekasan, HM.Jusuf Rizal,SH pun angkat bicara. Menurutnya Kemenkop UKM jangan jadi jongos kapitalis. Seharusnya justru mendukung UKM, memberi bantuan, pembinaan maupun dukungan fasilitas kredit. Bukan malah membela ritel modern yang mematikan usaha UMK.

Ketum Partai Parsindo (Partai Swara Rakyat Indonesia), Jusuf Rizal juga meminta agar masyarakat Madura yang punya warung kelontong meningkatkan persatuan dan kesatuan.

Tidak melanggar hukum dan membantu pemerintah dalam mendorong pembangunan. Tapi, jika ada yang melarang berusaha diluar ‘diluar ketentuan, harus dilawan. Mengutip pepatah orang Madura, katanya lebih baik putih tulang dari pada putih mata. (Effi

Share :

Baca Juga

BERITA NASIONAL

MOU PT. Tiva Tourindo Cakrawala Dengan PT. Indo PiNet Mart.

DAERAH

Pj Bupati Kampar Hadiri Langsung Rakornas Kick Off P3PD Tahun 2023 Di Jakarta

BERITA NASIONAL

Jaksa Agung Terima Penghargaan Person of The Year in Good Governance

BERITA NASIONAL

Komisi Kejaksaan Dorong Kejagung Jadi Panglima Pemberantasan TPPU

DKI JAKARTA

Diduga Serangan Balik Koruptor? Jampidsus Febrie Adriansyah Dilaporkan ke KPK, Rahmad Sukendar: “Pembunuhan Karakter !!”

DAERAH

Satgas SIRI Kejaksaan Agung Amankan DPO Tersangka LY Atas Dugaan Korupsi

BERITA NASIONAL

Ketum DPP PWDPI, M.Nurullah RS Tolak Draf RUU Penyiaran

DKI JAKARTA

Raih Prestasi Gemilang, Kodam IV/Diponegoro Sapu Bersih Juara Karya Jurnalistik Nasional TMMD 127