Home / DI YOGYAKARTA

Rabu, 24 September 2025 - 01:22 WIB

Dana Keistimewaan 1 Triliun untuk DIY Tahun Anggaran 2026 Batal dipangkas

YOGYAKARTA | LENSANUSA.COM. – Pemerintah pusat batal memangkas anggaran Dana Keistimewaan (Danais) untuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk tahun anggaran 2026 sebesar Rp 1 triliun.

Sebelumnya beredar wacana bahwa Danais untuk DIY akan dipangkas oleh pemerintah pusat karena efisiensi anggaran di tahun 2026. Pemerintah pusat berencana memangkas Danais hingga separuh anggaran yakni dari angka Rp1 triliun menjadi Rp500 miliar.

Anggota Panitia Kerja (Panja) Belanja Transfer ke Daerah DPR RI yang juga menjabat sebagai ketua DPW DIY Partai Gerindra  Danang Wicaksana Sulistya mengatakan bahwa pemerintah pusat bersama dengan DPR RI telah sepakat mempertahankan besaran anggaran Danais tetap di angka Rp1 triliun dalam Rancangan APBN 2026.

“Ini kabar gembira untuk masyarakat Yogyakarta. Upaya kawan-kawan Fraksi Gerindra DIY untuk mengupayakan aspirasi alokasi Danais membuahkan hasil,” kata Danang dalam keterangannya, Selasa (23/9/2025).

Ketua DPW Partai Gerindra DIY ini menyebut pihaknya akan terus mengawal kepastian Danais DIY tetap Rp1 triliun di Rancangan APBN 2026 hingga disahkan menjadi APBN 2026.

“Kami di Banggar akan terus mengawal. Setelah pengambilan tingkat satu antara Banggar dan Kementerian Keuangan. Rencananya akan dibawa dalam pengambilan keputusan tingkat dua di Paripurna DPR RI,” jelasnya.

Sementara itu Sekda DIY Ni Made Dwipasti Indrayanti menyebut Pemda DIY bersyukur dengan kabar batalnya pemangkasan Danais oleh pemerintah pusat. Made menuturkan Danais sebenarnya sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DIY tahun 2026.

“Kita bersyukur (rencana pembatalan pemangkasan Danais). Menurut kami ini menjadi suatu amunisi untuk kita lebih lagi. Perlu cermat juga untuk apa yang dimanfaatkan dengan anggaran itu,” ucap Made

Menurutnya Danais menjadi bagian dalam pencapaian indikator pembangunan, khususnya mendekati tahun 2027.

“Kan kita sudah hampir selesai dokumen perencanaan terutama indikator kemiskinan, kesenjangan wilayah yang masih terus dikerjakan” pungkas Made. *SY.

Share :

Baca Juga

DI YOGYAKARTA

Dua Motor di Sewon Bantul Tabrak Etalase Ayam Goreng, 4 Korban Dirujuk ke Rumah Sakit

DI YOGYAKARTA

Miras Merk Kaliurang, Bupati Sleman Tegaskan Akan Layangkan Surat Keberatan ke Produsen

DI YOGYAKARTA

Akhir Tahun Penuh Makna, 356 Personel Polda DIY Terima Kenaikan Pangkat

DI YOGYAKARTA

Lagi, Wisatawan Terseret Rip Current Pantai Parangtritis

DI YOGYAKARTA

Kapolres Bantul Hadiri Gelaran Bantul Indonesia Ceria Run 2025

DI YOGYAKARTA

Pria Buruh Harian Lepas  di Bantul Nekat Gasak HP tetangga dan Tipu Rekan Korban Rp 20 Juta Pakai Modus Gadai Truk

DI YOGYAKARTA

Pemkab Bantul Ajukan Penolakan Nama Parangtritis Jadi Merk Dagang Miras

DI YOGYAKARTA

Keluarga Korban Sujud Syukur Usai Vonis Guru Ngaji Cabul, Tim Advokasi FJI Apresiasi Ketegasan Hakim