BANTUL | LENSANUSA.COM. – Ribuan orang mulai dari anak-anak hingga dewasa terlihat membanjiri kawasan pesisir untuk melihat layang-layang dari berbagai penjuru dunia yang menghiasi langit Pantai Parangkusumo, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, pada Sabtu (11/07/2026). Feestival layang layang bertaraf internasional ini mengusung tema “Melayang Bersama Keluarga Mewujudkan Generasi Emas yang Ber tradisi, Berbudaya, dan Berinovasi”
Prosesi pembukaan diawali dengan penampilan Bregodo yang merupakan representasi prajurit Keraton Yogyakarta yang melambangkan keteguhan sikap, kedisiplinan, serta semangat pengabdian dalam menjaga nilai-nilai budaya. Suasana khidmat kemudian dilanjutkan dengan penampilan Sanggar Simbah melalui Tari Krido Mahardika yang merepresentasikan semangat perjuangan, keberanian, dan keluhuran budaya Yogyakarta.
Pantauan dilapangan tampak hadir Peserta dari delegasi 17 negara di antaranya Amerika Serikat, India, Vietnam, Tiongkok, Lithuania, Brasil, Haiti, Lebanon, Jerman, Tunisia, Malaysia, dan sejumlah negara lainnya. Kehadiran para peserta tersebut menjadi bukti bahwa layang-layang mampu menjadi media pemersatu lintas bangsa, budaya, dan generasi.
Ketua Panitia JIKF 2026, Anang Sarjiyanto, mengatakan peningkatan jumlah peserta delegasi 17 negara menjadi capaian penting bagi penyelenggaraan festival tahun ini
“Capaian tahun ini meningkat drastis di bandingkan tahun sebelumnya,ada 17 negara yang hadir. Ini menunjukkan antusiasme teman-teman pelayang internasional untuk datang ke Jogja sangat luar biasa,” katanya saat di wawancara di lokasi pantai Parangkusumo.
Lebih lanjut Anang mengatakan bahwa layang-layang bukan hanya sekadar permainan atau perlombaan, melainkan media yang mampu menyatukan berbagai bangsa dalam semangat persahabatan.
“Layang-layang mampu menyatukan berbagai bangsa, budaya, dan usia dalam semangat persahabatan. Kami ingin menjadikan JIKF bukan hanya sebagai festival, tetapi juga media pendidikan karakter, pelestarian budaya, penguatan nilai keluarga, sekaligus ruang lahirnya generasi muda yang kreatif, berbudaya, dan inovatif “, ujarnya
Menurut Anang, sebelum penyelenggaraan puncak, panitia telah melaksanakan berbagai rangkaian Road to JIKF 2026, meliputi kompetisi layang-layang daerah, workshop dan edukasi, cultural experience, city tour,promosi destinasi wisata, hingga pemberdayaan masyarakat. Seluruh rangkaian tersebut dirancang agar peserta tidak hanya mengikuti festival, tetapi juga mengenal budaya, sejarah, kuliner, kerajinan, serta kehidupan masyarakat Yogyakarta.
Selain menjadi ajang budaya internasional, JIKF juga menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan produk unggulan daerah kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.dan diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi kreatif.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, Imam Prasadiadi, mengatakan bahwa JIKF merupakan ruang perjumpaan budaya yang memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi budaya bertaraf internasional.
“Festival ini menjadi ruang perjumpaan berbagai budaya, warna, bentuk, dan imajinasi yang bergerak mengikuti arah angin. JIKF tidak hanya memperlihatkan keindahan layang-layang, tetapi juga memperkuat posisi Yogyakarta sebagai kota budaya yang mampu menghadirkan pengalaman wisata berkualitas bagi masyarakat maupun wisatawan mancanegara,” katanya.
Ia menambahkan, penyelenggaraan festival budaya berskala internasional seperti JIKF menjadi salah satu upaya memperkuat promosi pariwisata, mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, serta memperluas jejaring kerja sama budaya di tingkat global.
Dalam kesempatan yang sama sekretaris Daerah Kabupaten Bantul, Agus Budi Raharja S.K.M. M.Kes menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan Jogja International Kite Festival setiap tahun dilaksanakan di Pantai Parangkusumo.
Menurutnya, peningkatan jumlah peserta perwakilan dari berbagai negara menjadi bukti bahwa kawasan pesisir pantai di kabupaten Bantul semakin dikenal sebagai destinasi wisata internasional.
“Pemerintah Kabupaten Bantul sangat mengapresiasi dan bangga atas konsistensi penyelenggaraan JIKF di Pantai Parangkusumo. Lonjakan partisipasi peserta internasional dari berbagai delegasi negara. Ini membuktikan daya tarik pesisir Bantul dan Jogja sudah diakui di level internasional,” katanya. *SY.















