BANTUL | LENSANUSA.COM. – Petualangan dua remaja pelaku aksi pencurian dengan kekerasan alias penjambretan di Kabupaten Bantul, DIY, akhirnya terhenti di tangan polisi.
Jajaran Satreskrim Polres Bantul bersama Unit Reskrim Polsek Srandakan berhasil mencokok dua remaja yang nekat menjambret tas milik seorang pesepeda di kawasan Jembatan Kabanaran, Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Bantul.
Aksi kejahatan jalanan tersebut sempat membuat resah warga dan komunitas pesepeda yang melintas di jalur tersebut.
Sempat Dibuntuti Sepeda Motor Honda Scoopy
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengungkapkan peristiwa penjambretan itu bermula saat korban sedang gowes bersama dua rekannya dari arah Kulon Progo menuju Bantul pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 16.15 WIB.
Lantaran lelah, korban dan teman-temannya memutuskan berhenti sejenak di ikon Jembatan Kabanaran. Namun, saat itulah mereka mulai merasa curiga karena dibuntuti oleh dua remaja yang mengendarai sepeda motor Honda Scoopy berwarna abu-abu tua.
“Korban bersama dua rekannya sempat berhenti di kawasan ikon Jembatan Kabanaran. Tidak lama kemudian dua laki-laki yang sejak awal membuntuti mereka juga ikut berhenti di lokasi yang sama sehingga korban merasa takut dan memutuskan melanjutkan perjalanan,” ujar Iptu Rita, Jumat (31/7/2026).
Korban Coba Kencangkan Genjotan, Pelaku Langsung Sambar Tas di Keranjang
Perasaan tak enak korban ternyata menjadi kenyataan. Begitu sampai di putaran balik sisi timur Jembatan Kabanaran, kedua pelaku langsung memepet sepeda korban dari samping.
Tanpa buang waktu, salah satu pelaku menyambar tas hitam yang berada di keranjang depan sepeda korban. Di dalam tas tersebut tersimpan satu unit handphone merek OPPO A6X warna ungu muda. Total kerugian korban ditaksir mencapai Rp 2,2 juta.
Tahu barangnya digondol, korban dan teman-temannya sempat melakukan aksi nekat mengejar pelaku sambil menggenjot sepedanya sekuat tenaga.
Namun, tentu saja goweser kalah cepat dengan sepeda motor pelaku yang langsung tancap gas melarikan diri. Korban lantas memutuskan melaporkan kejadian apes tersebut ke Polsek Srandakan.
Polisi Bergerak Cepat, Pelaku Diciduk di Rumahnya
Berbekal laporan korban dan hasil penyelidikan marathon Tim Opsnal Satreskrim Polres Bantul bersama Unit Reskrim Polsek Srandakan, identitas kedua pelaku akhirnya terkuak.
Polisi bergerak cepat mendatangi lokasi persembunyian pelaku di Kapanewon Pandak, Bantul pada Kamis (30/7/2026) sekira pukul 14.00 WIB.
Dalam penggerebekan tersebut, petugas berhasil mengamankan seorang remaja berinisial AA (18). Tak hanya AA, polisi juga menetapkan remaja lain berinisial KZ (16) yang turut terlibat dalam aksi kejahatan tersebut.
“Pelaku berhasil diamankan di kediamannya setelah petugas memperoleh informasi mengenai identitas dan keberadaannya. Selanjutnya pelaku dibawa ke Polsek Srandakan untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut,” terang Iptu Rita.
Saat ini, kedua tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Polsek Srandakan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Imbauan Polres Bantul untuk Para Pesepeda
Atas kejadian ini, pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pecinta gowes, agar selalu ekstra waspada saat melintas di jalan raya maupun tempat yang sepi.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berkendara atau bersepeda di tempat yang relatif sepi. Simpan barang berharga di tempat yang aman dan segera laporkan kepada kepolisian apabila mengalami ataupun mengetahui tindak kejahatan agar dapat segera ditindaklanjuti,” pungkas Rita. *SY.















