Home / PEMERINTAH

Selasa, 28 April 2026 - 17:48 WIB

Aliansi Mahasiswa Peduli Unilak (AMPUN) Geruduk Gedung Rektorat Universitas Lancang Kuning

PEKANBARU | LENSANUSA.COM – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Unilak (AMPUN) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Rektorat Universitas Lancang Kuning, Selasa (28/04/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait sejumlah kebijakan kampus yang diduga tidak transparan dan dinilai merugikan mahasiswa.

Koordinator lapangan, Ahmad Nasir Harahap, menyampaikan tuntutan kepada Rektor Unilak, Junaidi, agar memberikan transparansi terkait biaya wisuda, termasuk harga baju toga.

“Mahasiswa meminta pihak rektorat membuka secara rinci dan akuntabel komponen biaya wisuda serta dasar penetapan harga baju toga yang dinilai tidak sesuai standar,” ujar Nasir saat diwawancarai awak media.

Selain itu, AMPUN juga menyampaikan sejumlah tuntutan lain, di antaranya:

Mendesak pihak rektorat membuka secara transparan anggaran pembangunan turap yang beberapa kali mengalami kerusakan, serta meminta dilakukan audit terhadap proyek tersebut.

Meminta pertanggungjawaban atas kualitas pembangunan yang dinilai tidak sesuai standar, termasuk evaluasi terhadap pihak pelaksana proyek.

Menuntut penjelasan resmi terkait kenaikan uang SPP tahun 2025 yang dianggap signifikan.

Mendesak penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap kebijakan kampus, khususnya yang berkaitan dengan keuangan dan fasilitas.

Meminta penjelasan terbuka terkait pembangunan gedung serbaguna yang diduga menelan anggaran sekitar Rp10 miliar, termasuk rincian anggaran dan proses penunjukan vendor.

Sementara itu, Jenderal Lapangan aksi, Willy Robinson, meminta Rektor untuk menemui massa aksi dan memberikan klarifikasi secara langsung. Namun, hingga aksi berlangsung, pihak rektorat belum menemui para demonstran.

“Jika tidak ada tanggapan, kami akan melanjutkan aksi jilid II pada saat pelaksanaan wisuda di Labersa dengan jumlah massa yang lebih besar,” tegas Willy.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Rektorat Universitas Lancang Kuning belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan yang disampaikan mahasiswa. (Irwan)

Share :

Baca Juga

DAERAH

Wako Pekanbaru tegaskan,tak boleh pembayaran retribusi sampah secara tunai

PEKANBARU

Perkuat Ketahanan Pangan Kota, Pemko Pekanbaru Resmikan Inovasi Kandang Terra Berbasis Rumah Tangga

BERITA NASIONAL

Jaksa Agung ST. Burhanuddin Mutasikan Sejumlah Pejabat di Kejati Riau.

DAERAH

Pemko Pekanbaru Minta PPK Jaga Netralitas dan Profesional di Pemilu 2024

PEMERINTAH

F1 Powerboat Kembali Digelar, Pemprov Sumut Optimis Kembali Dongkrak Ekonomi Lokal

BERITA NASIONAL

Walikota Eva Dwiana melepas 229 orang jamaah umroh

KAMPAR

Menunggu Korban, Tiang Jembatan Penghubung Lubuk Agung-Sungai Sarik Kampar Kiri Lapuk

DAERAH

Gubernur Syamsuar: 1,6 Juta Hektar Kebun Sawit Ilegal di Riau Tak Bayar Pajak