Home / NUSA TENGGARA TIMUR

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:55 WIB

Alumni BEM Nusantara NTT Kecam Dugaan Kekerasan Seksual oleh Oknum Dosen Unkriswina Sumba

WAINGAPU | LENSANUSA.COM — Alumni BEM Nusantara wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mengecam keras dugaan kasus kekerasan seksual yang diduga melibatkan seorang oknum dosen di lingkungan Universitas Kristen Wira Wacana Sumba.

Kecaman tersebut disampaikan Mantan Kepala Bidang Advokasi dan Kajian Isu Strategis BEM Nusantara wilayah NTT, Martinus Hiwa Wunu. Ia menilai dugaan tindakan tersebut merupakan bentuk penyalahgunaan relasi kuasa di lingkungan akademik.

Menurutnya, dosen memiliki otoritas dalam proses pendidikan yang seharusnya digunakan untuk membimbing mahasiswa, bukan disalahgunakan dalam bentuk apa pun yang dapat merugikan mahasiswa.

“Lingkungan kampus harus menjadi ruang aman. Tidak boleh ada pembiaran terhadap dugaan kekerasan seksual, terlebih jika melibatkan relasi kuasa,” ujarnya kepada media, Rabu (27/5/2026).

Martinus menegaskan bahwa penanganan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi telah memiliki dasar hukum yang jelas di Indonesia. Salah satunya melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual yang mengatur pencegahan, penanganan, perlindungan korban, hingga pemulihan dalam kasus kekerasan seksual.

Selain itu, ia juga menyoroti keberadaan Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 yang mewajibkan setiap perguruan tinggi membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS), menyediakan mekanisme pelaporan yang aman, serta menjamin perlindungan korban dari intimidasi maupun diskriminasi.

Menurut Martinus, setiap perguruan tinggi juga memiliki tanggung jawab untuk menegakkan kode etik akademik dan disiplin institusi secara tegas apabila terdapat pelanggaran yang terbukti melalui proses pemeriksaan yang adil dan transparan.

Ia mengajak seluruh sivitas akademika dan masyarakat untuk turut mengawal proses penanganan kasus tersebut agar berjalan secara transparan, akuntabel, serta berpihak pada perlindungan korban tanpa mengabaikan asas praduga tak bersalah.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak kampus dan aparat penegak hukum diketahui masih melakukan proses pendampingan dan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan kasus tersebut.| *Ikzed

Share :

Baca Juga

NUSA TENGGARA TIMUR

Peringati HUT ke-58, BPJS Kesehatan Waingapu Berbagi Kasih kepada Pasien di Dua Rumah Sakit

NUSA TENGGARA TIMUR

Dari Bangun Jam 6 ke Jam 4 Pagi Transformasi Yansry Hada Rewa di Bootcamp Akarnesia Cakrantara 

DAERAH

Kepala Kantor Bahasa NTT Aktif Bangun Komunitas Literasi di Sumba Timur

NUSA TENGGARA TIMUR

Kepulangan Lidia Ana Jawa: Membawa Pohon Kari sebagai Simbol Perjuangan dan Harapan

HUKUM/KRIMINAL

Saat Emosi, Kamera, dan Media Sosial Menggantikan Hukum

DAERAH

Banjir di Desa Wairara, Sumba Timur Hancurkan Tanaman Warga

NUSA TENGGARA TIMUR

Pemerintah Desa Wanga Dinilai Tak Profesional, Mediasi Sengketa Tanah Intan Asegaf cs Terus Terkatung-katung

NUSA TENGGARA TIMUR

Sambut HUT RI ke-81, Desa Kambata Bundung Gelar Turnamen Voli dan Lomba Tradisional Antardusun