SUMBA TIMUR | LENSANUSA. COM – Titus Kale, seorang petani lahan basah (sawah) di Desa Kadumbul, menghadapi tantangan serius di tengah perjuangannya menggarap lahan pertanian. Sawah yang ia kelola merupakan milik warga lain yang dipinjamkan kepadanya untuk digarap demi memenuhi kebutuhan hidup.
Saat ditemui tim lensanusa.com di lokasi persawahannya, Selasa (10/2/2026), Titus menunjukkan sejumlah tanaman padi yang rusak akibat dimakan ternak, terutama kuda yang diduga masuk ke area sawah pada malam hari.
“Biasanya malam hari kuda-kuda itu masuk dan makan padi. Paginya baru kami lihat sudah banyak yang rusak,” ujarnya sambil memperlihatkan bagian tanaman yang terdampak.
Menurut Titus, kondisi tersebut sangat merugikan dirinya sebagai petani, terlebih ia menggarap lahan milik orang lain sehingga hasil panen menjadi harapan utama untuk keberlangsungan hidupnya.
Ia berharap pemerintah desa maupun instansi terkait dapat memperhatikan persoalan tersebut agar ada solusi yang adil bagi petani dan pemilik ternak.
“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah supaya ada jalan keluar yang baik. Supaya kami petani tidak dirugikan, tapi pemilik ternak juga bisa diatur dengan baik. Harus ada solusi yang adil,” katanya.
Permasalahan ternak yang masuk ke lahan pertanian kerap menjadi persoalan klasik di sejumlah wilayah pedesaan, terutama jika tidak ada pengawasan atau kandang yang memadai. Petani berharap adanya regulasi atau kesepakatan bersama di tingkat desa guna mencegah kerugian yang terus berulang.














