BENGKALIS | LENSANUSA.COM – Pemuda Karang Taruna Desa Sebauk, Kabupaten Bengkalis, mulai menunjukkan keterampilannya dalam merancang menara lampu colok tradisional. Pembangunan struktur ikonik ini dilakukan secara swadaya, mulai dari penggalangan dana di lingkungan masyarakat hingga dukungan Pemerintah Desa melalui pengajuan proposal ke Pemerintah Kabupaten.
Persiapan Matang dan Kerja Sama Tim
Ketua Karang Taruna Desa Sebauk, Defi Zulkarnain, menjelaskan bahwa membangun menara lampu colok bukanlah perkara mudah. Kegiatan ini memerlukan keahlian khusus, teori yang matang, serta perencanaan desain yang dilakukan secara kolektif.
“Menciptakan menara lampu colok begini butuh skill dan rancangan bersama agar menghasilkan motif yang berbeda dan siap untuk diperlombakan,” ujar Defi saat ditemui media, Minggu (21/2/2026).
Detail Arsitektur dan Kebutuhan Bahan
Menara yang sedang dikerjakan ini direncanakan memiliki dimensi yang cukup besar, yakni:
Tinggi: 20 meter.
Lebar: 23 meter.
Bahan Baku: Menggunakan kayu, kawat, dan sekitar 5.000 kaleng bekas minuman.
Bahan Bakar: Diperkirakan menghabiskan sekitar 300 liter atau satu drum minyak solar untuk sekali penyalaan.
Defi menambahkan, penggunaan tenaga ahli sangat diperlukan dalam proses konstruksi agar menara tersebut mampu melahirkan corak warna dan bentuk visual yang indah saat lampu dinyalakan.
Harapan Menjadi Tuan Rumah
Tradisi lampu colok merupakan warisan budaya di Bengkalis yang biasanya memuncak pada malam-malam terakhir bulan Ramadan. Dengan persiapan yang maksimal, pihak Karang Taruna berharap Desa Sebauk dapat memberikan penampilan terbaik tahun ini.
“Setiap tahun Bengkalis harus ‘bedelau’ (berkilau) dengan cahaya lampu colok. Kami berharap Desa Sebauk tahun ini bisa menjadi tuan rumah yang membanggakan,” pungkas Defi mengakhiri pembicaraan.
(Red/Effi)














