Home / DI YOGYAKARTA

Minggu, 5 Juli 2026 - 07:59 WIB

JKIF 2026 Resmi dimulai, Golden Ticket Selection Jadi Gerbang Pelayang Daerah Menuju Kompetisi Nasional

KULONPROGO | LENSANUSA.COM. – Rangkaian kegiatan  Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 resmi dimulai melalui JIKF Golden Ticket Selection yang digelar di Lapangan Tayuban, Pantai Banaran, Galur, Kulon Progo, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan ini menjadi ajang seleksi bagi para pelayang daerah untuk memperebutkan Golden Ticket menuju kompetisi nasional pada puncak JIKF 2026 yang akan berlangsung di Pantai Parangkusumo, Bantul, pada 11–12 Juli 2026.

Kompetisi tersebut menjadi langkah awal dalam memberikan ruang bagi pelayang daerah untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya sekaligus meningkatkan kualitas kompetisi layang-layang tradisional Indonesia. Tidak hanya diikuti peserta dari Daerah Istimewa Yogyakarta, ajang ini juga diikuti pelayang internasional dari delegasi 17 negara .

Mempertandingkan dua kategori, yakni layang-layang tradisional dan layang-layang kreasi. Sebanyak 17 karya layang-layang diterbangkan, terdiri atas 11 peserta kategori tradisional dan 6 peserta kategori kreasi. Kategori tradisional menampilkan beragam karya khas daerah seperti Mandala Berwarna, Batik Ing Ngayogya, Kembang Lintang, Owel, Wijaya Kusuma, hingga Punokawan Gank. Sementara kategori kreasi menghadirkan desain yang lebih inovatif melalui karya seperti Anoman, Drum, Dasamuka 2D, Burung Bido, Whell Kite, dan Kencana Langit.

Ketua Panitia Jogja International Kite Festival 2026, Anang Sarjiyanto, mengatakan Golden Ticket Selection merupakan upaya untuk mengangkat potensi pelayang daerah agar memiliki kesempatan tampil pada kompetisi tingkat nasional sekaligus merasakan atmosfer festival internasional.

“Melalui Golden Ticket Selection kami ingin memberikan kesempatan kepada pelayang daerah untuk bertanding di tingkat nasional. Harapannya mereka semakin percaya diri, terus berkembang, dan mampu bersaing hingga level internasional,” tutur Anang.

Penilaian dilakukan oleh dewan juri melalui dua tahapan, yakni penilaian konstruksi layang-layang di darat dan performa saat diterbangkan di udara. Aspek yang dinilai meliputi kualitas rangka, tingkat kesulitan pembuatan, komposisi warna, kestabilan saat terbang, karakter suara, hingga kesesuaian bentuk dengan tema pilihan masing masing peserta.

Golden Ticket Selection mendapat dukungan dari berbagai instansi PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Salatiga melalui Team Leader Gardu Induk Wates, AirNav Indonesia Cabang Yogyakarta. Festival ini dinilai mampu memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata, pemberdayaan UMKM lokal, serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keselamatan dalam aktivitas menerbangkan layang-layang.

Salah satunya Kindar, peserta asal Candimulyo, Magelang yang membawa layang-layang tradisional bertajuk Kembang Lintang.

“Saya ikut bukan hanya untuk mencari juara, tetapi menambah teman dan pengalaman. Harapannya kegiatan seperti ini terus diadakan agar pelayang semakin percaya diri menunjukkan kreativitasnya. Soal hasil, saya anggap sebagai bonus,” ungkap Kindar.

Suasana festival semakin semarak dan meriah dengan kehadiran 35 pelayang internasional dari 17 negara yang turut menerbangkan layang-layang di langit Banaran. Kehadiran mereka menjadi simbol pertukaran budaya sekaligus memperkuat posisi JIKF sebagai festival layang-layang bertaraf internasional.

Salah satu peserta asal Amerika Serikat, Renne Matthew dari Massachusetts, juga mengaku terkesan dengan keramahan masyarakat Indonesia dan profesionalisme penyelenggaraan festival.

“Ini pertama kalinya saya datang ke Indonesia dan saya sangat senang berada di sini. Orang-orangnya sangat ramah, penyelenggara memperlakukan kami dengan sangat baik, dan festival ini berjalan sangat terorganisasi. Saya berharap bisa kembali lagi tahun depan,” ujarnya.

Selain kompetisi, para delegasi internasional juga dijadwalkan mengunjungi berbagai destinasi budaya dan wisata di Yogyakarta sebagai bagian dari program pertukaran budaya yang menjadi ciri khas Jogja International Kite Festival setiap tahunnya.

Melalui Golden Ticket Selection, JIKF 2026 tidak hanya menjadi ajang mencari wakil terbaik menuju kompetisi nasional, tetapi juga menjadi ruang pembinaan, pelestarian budaya, edukasi keselamatan, serta mempererat persahabatan antarbangsa melalui seni layang-layang. *SY.

Share :

Baca Juga

DI YOGYAKARTA

Polres Bantul Ungkap 3 Kasus Penyalahgunaan Narkotika dan Obat Terlarang Dalam Sepekan !

DI YOGYAKARTA

Sambut HUT ke 14 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda DIY Gelar Bhakti Sosial Donor Darah

DI YOGYAKARTA

Tak Kuat Menanjak,Truk Muatan Aspal Terguling di Jalan Patuk-Dlingo

DI YOGYAKARTA

Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Bantul, PMI : 560 jiwa mengungsi

DI YOGYAKARTA

Rumah Roboh Usai Diterjang Angin Kencang di Bantul, 1 Meninggal 1 Luka Parah

DI YOGYAKARTA

Puskesmas Sedayu 1 Gelar Cek Kesehatan Gratis di Mako Polsek Sedayu

DI YOGYAKARTA

Polisi Tetapkan Pengemudi Honda HR-V Sebagai Tersangka dalam Kasus Kecelakaan Maut di Bantul

DI YOGYAKARTA

Membanggakan ! Polda DIY Raih Peringkat I Nasional Dalam Rekayasa Lalu Lintas Operasi Ketupat 2026