YOGYAKARTA | LENSANUSA.COM. – Kepolisian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta ( Polda DIY) menggelar Konferensi Pers Akhir Tahun 2025 sebagai bentuk pertanggungjawaban publik atas kinerja Polri sepanjang tahun. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen Polda DIY dalam menjaga stabilitas keamanan, menegakkan hukum, serta hadir di tengah masyarakat sebagai penggerak kesejahteraan dan pembangunan daerah. Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Tanjungsari Hotel Merapi Merbabu Seturan Depok Sleman ,Selasa (30/12/2025).
Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono .S.I.K menyampaikan bahwa seluruh capaian yang dirilis merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh jajaran Polda DIY yang dilaksanakan dengan semangat Polri Presisi dan selaras dengan visi pembangunan nasional, khususnya Asta Cita Presiden Republik Indonesia

Kapolda memaparkan laporan data Polda DIY menunjukkan, sepanjang 2025 tercatat 6.533 kasus kecelakaan lalu lintas, turun dari 6.646 kasus pada 2024. Namun, angka tersebut dinilai masih tinggi dan mendominasi statistik kriminalitas di wilayah DIY.
Di sisi lain, kasus penipuan mengalami kenaikan. Sepanjang 2025, polisi mencatat 860 kasus penipuan, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 756 kasus.
Peningkatan juga terjadi pada tindak pidana narkoba. Sepanjang tahun ini, Polda DIY menangani 690 kasus narkoba, naik dari 663 kasus pada 2024.
Selain kecelakaan lalu lintas, penipuan, dan narkoba, jenis tindak pidana yang paling sering terjadi di DIY sepanjang 2025 meliputi pencurian dan penggelapan. Kelima jenis perkara tersebut menjadi kasus yang paling menonjol dan mendominasi catatan kriminalitas Polda DIY.
Dalam penanganan perkara, Kapolda DIY menyatakan tetap mengedepankan pendekatan humanis, terutama dalam upaya pencegahan dan pembinaan masyarakat, tanpa mengesampingkan penegakan hukum.
Khusus penanganan tindak pidana narkoba, Direktorat Reserse Narkoba Polda DIY mengungkap 690 kasus dengan total 844 tersangka yang diamankan sepanjang 2025. Jumlah tersebut meningkat 27 kasus dan 62 tersangka dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari pengungkapan kasus narkoba itu, polisi menyita 22.015,87 gram sabu, 113 butir ekstasi, 3.058,03 gram ganja, serta 3.825,69 gram tembakau gorila dan sembilan linting. Selain itu, turut diamankan 861.130 butir obat berbahaya dan 4.345 butir psikotropika golongan IV.
Komitmen Mendukung Asta Cita
Kapolda DIY juga menyatakan dalam rangka mendukung program Asta cita Presiden Prabowo ,Mabes Polri melalui Polda DIY sudah membangun 27 dapur SPPG yang tersebar di wilayah hukum Polda DIY
Selain membangun SPPG Polda DIY juga mendukung program ketahanan pangan melalui kegiatan penanaman jagung di lahan 7.920.72 hektar yang tersebar di empat wilayah polres/Polresta dengan hasil panen sebanyak 16.331.21. Ton yang dalam pelaksanaannya melibatkan kelompok tani setempat dan bekerja sama dengan instansi maupun stakeholder terkait .
Irjen pol Anggoro Sukartono juga menambahkan di tahun 2025 Polda DIY telah menerima serat Palilah bernomor 02.03335/DDS/10/2024 dari Sri Sultan HB X sebagai dasar hukum pembangunan gedung baru Mapolda DIY di atas lahan Sultan Ground seluas 7,5 Hektar di Kalurahan Sidomulyo,Kapanewon Godean ,Kabupaten Sleman yang akan dilaksanakan pada tahun 2026. Sebagai langkah awal saat ini Polda DIY telah melakukan relokasi rumah warga terdampak dan pembangunan pagar Mapolda yang baru.
Dalam kesempatan itu, Irjen Pol Anggoro Sukartono menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, TNI, pemerintah daerah, dan insan pers atas dukungan serta sinergi yang telah terjalin sehingga situasi kamtibmas di DIY sepanjang 2025 tetap aman dan kondusif.
“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama. Namun kami juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan tugas Polri. Hal ini menjadi bahan evaluasi untuk memberikan pelayanan yang lebih baik ke depan,” tutur Kapolda. *SY.














