TANABANAS, LENSANUSA.COM – Publikasi mengenai kembalinya armada truk “Speed Warrior” milik Kepala Desa Tanabanas Selatan, Jony, yang sebelumnya disebut melayani masyarakat secara gratis, kini mendapat tanggapan kritis dari warga.
Redaksi Lensanusa.com menerima pesan klarifikasi dari seorang mahasiswa hukum asal Sumba terkait fakta lapangan mengenai biaya operasional armada tersebut. Kamis 16 April 2026
Melalui pesan resmi yang diterima admin Lensanusa.com, Ardi Nuku Walu Wanja, mahasiswa Jurusan Hukum Universitas Mahendradatta, Denpasar, menyatakan keberatannya atas narasi yang menyebutkan bahwa truk pribadi milik Kades tersebut digunakan tanpa pungutan biaya bagi seluruh masyarakat.
Ardi yang juga aktif dalam organisasi Ikatan Mahasiswa Sumba Tengah Bali ini, membeberkan pengalaman pribadinya saat menggunakan jasa armada “Speed Warrior” untuk urusan adat dari Tanabanas menuju Parewatana.
“Sebagai warga asli Tanabanas Selatan, saya ingin meluruskan bahwa pernyataan mengenai layanan gratis tersebut tidak sepenuhnya benar. Saya pribadi pernah menyewa truk tersebut untuk urusan adat dan membayar sebesar Rp950.000,” ungkap Ardi dalam pesannya kepada Redaksi Lensanusa.com.
Lebih lanjut, mahasiswa semester dua ini mengkhawatirkan adanya misinformasi atau hoaks yang beredar di media sosial. Menurutnya, layanan cuma-cuma tersebut kemungkinan hanya menyasar kelompok atau individu tertentu, bukan bersifat menyeluruh bagi seluruh lapisan masyarakat desa.
Dalam lingkungan masyarakat pedesaan, fasilitas yang menyentuh langsung kepentingan publik seringkali menjadi instrumen persepsi. Ardi menilai bahwa ini bisa jadi dipengaruhi oleh kedekatan atau posisi politik tertentu, sehingga sebuah fakta bisa berkembang menjadi narasi yang berbeda tergantung dari sudut pandang mana ia dilihat.’tutupnya.| *Red















