Home / DI YOGYAKARTA

Minggu, 23 November 2025 - 00:03 WIB

Pasca Longsor Sriharjo Imogiri Akses Jalan Terputus ,Bupati Bantul Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Selama 14 Hari

BANTUL | LENSANUSA.COM. – Pemerintah Kabupaten Bantul menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari pascabencana hidrometeorologi yang menyebabkan jalan putus di Padukuhan Wunut, Sriharjo, Imogiri. Bantul.

Status tanggap darurat tersebut berlaku mulai 21 November – 5 Desember 2025, fokus pada  pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak dan terus melakukan upaya mitigasi.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menegaskan bahwa prioritas Pemkab saat ini adalah keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan mendesak, Rekonstruksi jalan dan infrastruktur baru akan dibahas setelah masa tanggap darurat usai.

“Kami belum berpikir soal rekonstruksi. Saat ini kami membangun dua posko di Padukuhan Sompok dan Kedungjati,” ujarnya, Sabtu (22/11/2025).

Terputusnya akses Sompok – Wunut membuat Pemkab membuka dua jalur distribusi logistik. Suplai dari posko  Sompok diarahkan melalui jalan kecil di area persawahan, sementara posko Kedungjati di Selopamioro menjadi rute alternatif jika akses utama benar-benar tak bisa dilewati.

“Bantuan dari posko Kedungjati akan memanfaatkan jembatan gantung Wunut,” jelasnya.

Halim menambahkan, BMKG memprediksi hujan intensitas sedang hingga tinggi masih berpotensi terjadi hingga Desember. Jika kondisi belum membaik, Pemkab membuka kemungkinan akan memperpanjang masa tanggap darurat.

“Fokus kami keselamatan jiwa. Tidak boleh ada warga yang kekurangan kebutuhan pokok,” katanya.

Ia juga menjelaskan kompleksitas rekonstruksi di kawasan Wunut–Sompok menurut kajian akademisi menunjukkan karakter tanah setempat dipengaruhi abrasi Sungai Oya dan aliran air tanah dari sisi daratan, sehingga longsor kembali terjadi meski talut sudah diperkuat.

“Penanganannya memerlukan metode khusus dan harus dikonsultasikan dengan ahli konstruksi, geologi, dan hidrologi,” imbuhnya.

Sementara BPBD Bantul melaporkan 450 warga terdampak, terdiri atas 300 warga Wunut dan 150 warga Sompok. Mereka menjadi prioritas penanganan, termasuk kemungkinan relokasi sementara jika dibutuhkan.

Dalam kesempatan yang sama Sekda Bantul, Agus Budi Raharja S.K.M. M.Kes  menegaskan Pemkab fokus dalam masa tanggap darurat adalah pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan warga, serta kesiapan lokasi pengungsian.

“Relokasi akan dibahas kemudian. Mitigasi tetap kami maksimalkan sambil mengupayakan pemulihan akses jalan yang putus total,” tandasnya  *SY.

Share :

Baca Juga

DI YOGYAKARTA

Kericuhan Suporter Usai Pertandingan PSIM vs Persib Bandung Meledak di Malioboro dan Parkiran Ngabean

DI YOGYAKARTA

RPJMD Kabupaten Bantul 2025 – 2029 untuk Terwujudnya Masyarakat Bantul Yang Maju Kuat Demokratis dan Sejahtera

DI YOGYAKARTA

Arus Balik Terkendali, DIY Masuki Fase Normalisasi

DI YOGYAKARTA

Sholat Idul Fitri di Mapolda DIY Berlangsung Khidmat dan Penuh Kebersamaan

DI YOGYAKARTA

Polda DIY Kawal Peringatan Hari Buruh Internasional 2025 di Sepanjang Tugu Yogyakarta Hingga Titik Nol Km

ADVERTORIAL

Panewu Jaka Sunarya Hadiri RPP Dan Beri Selamat Atas Terpilihnya Lanjar Sebagai Ketua PAC Pemuda Pancasila Dlingo

DI YOGYAKARTA

BPBD Bantul Kukuhkan 4 Kalurahan Tangguh Bencana (Kaltana)

DI YOGYAKARTA

Polres Bantul Antisipasi Kepadatan Lalulintas Jalur Wisata Parangtritis Saat Libur Lebaran