Home / DAERAH / PEKANBARU

Selasa, 7 April 2026 - 13:20 WIB

Ratusan Massa Kepung Kantor Agrinas Riau, Tuntut Keadilan Agraria untuk Masyarakat Adat

PEKANBARU | LENSANUSA.COM— Ratusan massa telah berkumpul sejak pagi hari di depan Kantor Agrinas Provinsi Riau yang berlokasi di Jalan OKM Jamil (belakang MTQ), Selasa (7/4/2026). Mereka terdiri dari mahasiswa, tokoh adat, serta berbagai simpul Kemelayuan yang datang untuk menyuarakan tuntutan keadilan agraria.

Aksi damai ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus desakan terhadap pemerintah agar lebih serius dalam menyelesaikan berbagai persoalan agraria, khususnya yang menyangkut hak ulayat dan konflik lahan yang masih membelit masyarakat adat di Riau.

Dengan membawa spanduk dan atribut perjuangan, massa aksi menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai. Orasi disampaikan secara bergantian oleh perwakilan mahasiswa dan tokoh adat yang menyoroti pentingnya keadilan, transparansi, serta perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat.

Hadir dalam aksi tersebut perwakilan masyarakat Rantau Kasai, Batin Tenayan, dan Batin Pengambang yang secara langsung menyuarakan keresahan masyarakat adat atas ketidakpastian hukum terhadap wilayah ulayat mereka.

Dalam orasinya, tokoh adat menegaskan bahwa tanah bukan sekadar aset ekonomi, melainkan identitas, marwah, dan sumber kehidupan yang harus dijaga serta dilindungi oleh negara. Mereka mendesak agar pemerintah segera memberikan kepastian hukum dan menghentikan praktik-praktik yang merugikan masyarakat adat.

Senada dengan itu, perwakilan Gerakan Masyarakat Adat Melayu Riau (GEMA), Datuk Taraili, menegaskan bahwa negara harus hadir memberikan keadilan dan tidak membiarkan masyarakat adat berjuang sendiri dalam menghadapi konflik agraria yang berkepanjangan.

“Tanah ulayat adalah jati diri kami. Jika ini terus diabaikan, maka keadilan hanya akan menjadi slogan tanpa makna,” tegasnya di hadapan massa aksi.

Mahasiswa yang tergabung dalam aksi tersebut juga mendesak adanya reformasi kebijakan agraria yang lebih berpihak kepada rakyat serta transparansi dalam pengelolaan dan penguasaan lahan di Provinsi Riau.

Aksi berlangsung kondusif dengan pengawalan aparat keamanan. Perwakilan massa aksi juga berupaya melakukan dialog dengan pihak terkait guna mendorong solusi konkret atas persoalan yang dihadapi.

Melalui aksi damai ini, seluruh elemen berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata dalam menyelesaikan konflik agraria, memberikan kepastian hukum, serta mengakui dan melindungi hak-hak masyarakat adat di Provinsi Riau.

 

“Hidup Melayu! Tegakkan Marwah! Tanah Ulayat Harga Mati!”

Share :

Baca Juga

DAERAH

Besok, Wako dan Wawako Pekanbaru,Terima penabalan Gelar Adat Dari LAMR Pekanbaru 

DAERAH

Bangun Kehangatan dan Rasa Kekeluargaan, Petugas Lapas Pekanbaru Ajak Warga Binaan Bermain Voli

DAERAH

Fajar Lase Sapa WBP Lapas Kelas II A Bagansiapiapi, Lembaga Pemasyarakatan Terpadat di Indonesia

DAERAH

Puluhan Kendaraan Ditilang karena Langgar Rambu Larangan Parkir di Depan RSUD Arifin Achmad Pekanbaru

BENGKALIS

Jadi Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Riama Laporkan Suami ke Polsek Mandau

BENGKALIS

Komisi I Rapat Kerja Mengenai Peran Serta Pemda Dalam Mensosialisasikan Perda

BENGKALIS

Tim Terpadu Pengawasan Organisasi Kemasyarakatan Provinsi Riau Laksanakan Kunjungan Kerja di Bakesbangpol Bengkalis

DAERAH

Danrem 043/Gatam Hadiri Pembukaan World Surfing League (WSL) Krui Pro QS 5000 Dan Krui Fair Tahun 2023