Home / DI YOGYAKARTA

Minggu, 20 Juli 2025 - 10:39 WIB

Rencana Aksi dan Rakor Buruh Dihalang-halangi, Massa: Gerakan Rakyat Dibungkam Atas Nama Kekuasaan

SLEMAN| LENSANUSA.COM. –  Kekecewaan diungkapkan sejumlah elemen buruh dan pegiat sosial di Sleman setelah rencana aksi damai serta rapat koordinasi internal mereka mendapat penolakan dari aparat kepolisian. Semula, massa berencana menggelar aksi pada Minggu, (20/7/ 2025), terkait kasus dugaan korupsi dana hibah pariwisata yang tak kunjung menemui kejelasan dari Kejaksaan Negeri Sleman.

Dani Eko Wiyono.Kordinasi Aksi.

Koordinator aksi, Dani Eko Wiyono menjelaskan, keputusan memilih tanggal 20 Juli karena bertepatan dengan hari Minggu, di mana sebagian besar anggotanya libur dan bisa terlibat penuh dalam aksi damai tersebut.

Namun, rencana aksi itu mendapat permintaan pembatalan dari pihak kepolisian dengan alasan adanya kegiatan Apel Akbar KOKAM di Lapangan Tridadi, Sleman, yang menurut informasi akan dihadiri oleh Kapolri. Massa kemudian berinisiatif mengubah format kegiatan menjadi rakor internal organisasi perburuhan yang tidak berhubungan dengan isu aksi atau demonstrasi, Sayangnya, permintaan untuk menghentikan kegiatan pun meluas.

“Anehnya, bukan hanya aksi, rakor internal organisasi kami pun diminta ditiadakan. Padahal itu bukan bentuk demonstrasi, melainkan agenda internal yang seharusnya tidak terganggu,” ujar Dani yang juga koordinator Aliansi Rakyat Peduli Indonesia (ARPI)

Ia mempertanyakan sikap aparat yang dinilai berlebihan.

“Begitu mulianya Kapolri sampai-sampai pergerakan internal kami pun diminta untuk ditiadakan? Lucu, kan?,” Imbuhnya.

Dani menegaskan bahwa pembatalan aksi dilakukan bukan karena takut terhadap tekanan, namun demi menghormati jalannya acara Apel Akbar KOKAM. Meski demikian, mereka menyayangkan terhambatnya ruang demokrasi dan gerakan rakyat hanya karena kunjungan pejabat negara.

“Kami ini warga negara Indonesia, bukan kumpulan teroris. Kami punya hak berkumpul dan menyampaikan pendapat, bahkan untuk sekadar rakor internal sekalipun,” tandasnya.

Aksi tersebut semula bertujuan untuk menagih kejelasan dan transparansi atas dugaan korupsi dana hibah pariwisata yang telah mereka adukan berkali-kali ke Kejaksaan Sleman, namun hingga kini belum ada kejelasan.

“Ketika gerakan rakyat dibungkam demi kepentingan jabatan dan kekuasaan, maka yang tersisa hanyalah intimidasi tanpa solusi,” pungkasnya.*SY.

Share :

Baca Juga

DI YOGYAKARTA

Polda DIY Lepas Irjen Pol Suwondo Nainggolan Mengemban Tugas Sebagai Asisten Logistik Kapolri

DI YOGYAKARTA

Keluar Geng “Sepakat Duel”, Dua Remaja di Yogyakarta Alami Luka Bacok

DI YOGYAKARTA

Prajurit Korem 072/PMK terima sosialisasi operasi Gaktib dan Yustisi dari Sub Denpom IV/2 Yogyakarta

DI YOGYAKARTA

Pangdam IV /Diponegoro Pimpin Serah Terima Jabatan Danrem 072/ Pamungkas

DI YOGYAKARTA

PMI Bantul Gelar Apel HUT ke 80, Refleksi Semangat Memberikan Pelayanan Kemanusiaan

DI YOGYAKARTA

207 Informasi Yang Masuk, PMI Bantul berhasil Menangani 164 Kejadian Selama di Bulan Januari 2025

DI YOGYAKARTA

TMMD Sengkuyung Kodim 0729/Bantul Tahap IV Tahun 2025 Mulai Digelar di Bawuran Pleret

DI YOGYAKARTA

Posko Ambulan FKTM Sumberan Bantul Hadir Melayani Warga Masyarakat On Call 24 Jam