Home / DAERAH / PEKANBARU / PEMERINTAH / PENDIDIKAN

Kamis, 17 April 2025 - 00:05 WIB

Wako Pekanbaru Tegaskan Bakal Copot Kepala Sekolah yang Minta Uang Perpisahan

Oplus_131072

Oplus_131072

PEKANBARU | LENSANUSA.COM – Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho menegaskan kepada pihak sekolah untuk tidak membebankan siswa dalam kegiatan perpisahan sekolah. Pihak sekolah tidak boleh memungut uang perpisahan terhadap siswa.

Agung menilai, kegiatan perpisahan sekolah tidak harus mengejar euforia dengan menggunakan banyak uang. Namun kegiatan perpisahan sekolah bisa dibuat dengan penuh kesan tanpa harus memerlukan uang banyak.

“Sudah saya jelaskan, jangan sampai ada lagi pungutan untuk anak-anak sekolah yang melakukan perpisahan,” tegas Agung, Rabu (16/4).

Wako Pekanbaru Bilang Begini Menurutnya, kegiatan perpisahan bisa dilakukan secara sederhana dan penuh makna. Misalnya melakukan kegiatan di sekolah, bisa saja dengan makan bersama atau kegiatan lainnya.

Agung menekankan, jika masih ada pihak sekolah yang membuat kegiatan perpisahan dengan mefoya-foyakan uang dan membebankan siswa, secara tegas dikatakan Agung bakal mendapat sanksi.

“Jika masih ada temuan seperti itu, memfoya-foya kan uang maka kepala sekolah nya segera kita copot,” pungkasnya.

Terpisah, wali murid di sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Pekanbaru, Riau mengeluh. Keluhan karena banyaknya iuran yang harus dibayarkan saat perpisahan anak di sekolah.

Keluhan itu banyak diterima Wakil Ketua Komisi V DPRD Pekanbaru, Tekad Abidin. Nilai iuran pun disebut bervariasi di setiap sekolah seperti SMP 37, SMP 25 hingga SMP 8.

“Ada banyak laporan kami terima dari wali murid SMP soal iuran. Khususnya untuk perpisahan anak,” kata Tekad Abidin, Rabu (16/4/2025).

Sejumlah wali murid melaporkan iuran yang harus dibayarkan bervariasi. Ada yang Rp 220-350 ribu dengan berbagai alasan. Bahkan, uang perpisahan yang dinilai memberatkan itu dilakukan dengan berbagai alasan. Salah satunya untuk sesi foto dan konsumsi.

“Kami prihatin karena sudah dilarang buat acara perpisahan di sekolah, justru muncul iuran lagi untuk konsumsi. Terbaru untuk foto yang jika ditotalkan sampai Rp 500 ribu, ini akal-akalan,” kata Tekad.

Legislator Fraksi PDIP itu bahkan telah melaporkan ke Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru. Apalagi, banyak orang tua yang merasa keberatan dengan iuran tanpa ada kesepakatan.

“Anehnya, pihak sekolah ini ada yang menagih-nagih seolah itu iuran wajib. Makanya kita minta Dinas Pendidikan Pekanbaru cek ini betul-betul, kasihan wali murid. Kalau bisa perpisahan cukup dengan makan bersama, bisa bawa makaanan sendiri dan pentas seni oleh siswa secara sederhana,” jelas Tekadyang membidangi Pendidikan.(Rls)

 

 

 

 

Share :

Baca Juga

BERITA NASIONAL

Ketua KPU OI Apresiasi Atas Kunjungan Kapolres Ogan Ilir

DAERAH

Kunjungan Kerja Tim Investigasi Dumas Terpadu Poldasu di Polresta Deli Serdang*

DAERAH

Lapas Pekanbaru Kerahkan Tim Gabungan Kejar Napi Kabur, Tiga Petugas Dibebastugaskan dan Diperiksa

DAERAH

Diskominfo dan Persandian Kampar Buka E-Wartawan Untuk Kerjasama Media Tahun 2023

ADVERTORIAL

Pemko Dumai Sabet Juara 3 Nasional Penurunan Tingkat Pengangguran Tahun 2026

DAERAH

Pembentukan koperasi merah putih, kelurahan Pesisir Gelar Muskel

DAERAH

Sempena Harlah Pancasila, Ditlantas Polda Riau Gelar Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas di CFD Pekanbaru

DAERAH

Pengurus Perhimpunan Periset Indonesia Provinsi Riau Periode 2023-2026 Dikukuhkan