Home / NUSA TENGGARA TIMUR

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:38 WIB

Sekolah Adat Bodomaroto Jadi Ruang Pelestarian Budaya dan Penguatan Ekonomi Masyarakat Adat

SUMBA BARAT | LENSANUSA. COM Sekolah Adat Bodomaroto hadir sebagai inisiatif masyarakat adat untuk merespons ancaman hilangnya kebiasaan serta nilai-nilai leluhur akibat derasnya arus modernisasi. Sekolah adat ini dibangun sebagai ruang belajar bersama yang menempatkan budaya, alam, dan kearifan lokal sebagai fondasi utama pendidikan.

Sekolah Adat Bodomaroto berfokus pada pengajaran pengelolaan sumber daya alam, pengenalan lingkungan sekitar beserta manfaatnya, serta pewarisan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur masyarakat adat Bodomaroto.

Dalam proses pengembangannya, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Sumba turut memfasilitasi sekolah adat tersebut melalui penguatan kapasitas pengajar, penyusunan kurikulum sekolah adat, hingga pendampingan dalam mendesain motif dan warna karya budaya agar dapat diterima pasar tanpa menghilangkan nilai dan makna adat.

“Sekolah adat ini menjadi ruang belajar yang inklusif, tidak hanya bagi anak-anak, tetapi juga orang tua dan seluruh komunitas,” ujar Lestari Rambu Boba, Biro OKK AMAN wilayah Sumba.

Proses pembelajaran di Sekolah Adat Bodomaroto tidak terbatas pada aktivitas kelas. Anak-anak dan orang tua terlibat bersama dalam berbagai permainan tradisional khas Sumba yang sarat akan nilai kebersamaan, solidaritas, serta pewarisan budaya secara alami antar generasi.

Selain itu, anak-anak sejak usia sekolah dasar telah dilatih menenun. Bahkan, sebagian dari mereka sudah mampu menenun kain secara mandiri sebagai bentuk nyata regenerasi pengetahuan dan keterampilan tradisional masyarakat adat.

Kehadiran Sekolah Adat Bodomaroto disambut dengan antusias oleh masyarakat. Sekolah adat ini dinilai mampu memperkuat identitas adat sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri komunitas dalam menjaga dan merawat warisan budaya mereka.

Sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis komunitas, masyarakat adat Bodomaroto juga membentuk KUMA (Kelompok Usaha Milik Masyarakat Adat). KUMA menjadi wadah pemasaran hasil karya anak-anak dan masyarakat sekolah adat, seperti kain tenun, gelang, piring kayu, kaleku atau tas anyaman, gading kayu, kopi, keripik pisang, hingga tas dari limbah kain tenun.

Melalui Sekolah Adat Bodomaroto dan KUMA, masyarakat adat tidak hanya menjaga keberlanjutan budaya, tetapi juga membuktikan bahwa tradisi dapat menjadi sumber pengetahuan, identitas, serta kesejahteraan yang berkelanjutan.| Penulis : Ikzed

Share :

Baca Juga

NUSA TENGGARA TIMUR

Warga Desa Kambata Bundung di Sumba Timur, NTT Menghadapi Krisis Pangan karena Harga Beras Melambung

NUSA TENGGARA TIMUR

IPPMASAL Kupang Resmi Lantik Pengurus Baru Periode 2025–2027

NUSA TENGGARA TIMUR

Bongkar Trik 5W+1H! POBA Wangga Sukses Gelar Pelatihan Jurnalistik Gandeng Lensanusa

NUSA TENGGARA TIMUR

Dirujuk dari RS Lindimara, Anak Remaja Tidak Jalani Rawat Inap di RSU

HUKUM/KRIMINAL

Remaja Perempuan Jadi Korban Pemerkosaan 4 Orang Secara Bergiliran di WC Pasar Melolo

HUKUM/KRIMINAL

Dua Anggota PSHT Korban Pembacokan Dilarikan ke Rumah Sakit Terdekat

NUSA TENGGARA TIMUR

BPM Universitas Kristen Wira Wacana Sumba Gelar Orasi Terbuka Calon Ketua dan Sekretaris Senat Mahasiswa

NUSA TENGGARA TIMUR

Millenial Sumba Timur Deklarasikan Dukungan pada Ansy Lema sebagai Calon Gubernur NTT