SUMBA TIMUR | LENSANUSA.COM — Senja di Desa Kambata Bundung, Kecamatan Kahaungu Eti, Kabupaten Sumba Timur, mendadak berubah mencekam pada Rabu (4/11/2026) sekira pukul 17.00 WITA. Tiga bangunan milik Petrus Yabu Maundima, seorang warga, Dusun Kambata Praing, ludes dilalap si jago merah tanpa menyisakan apa pun.
Bagi warga sekitar, musibah ini bukan sekadar hilangnya harta benda, melainkan sebuah ujian kemanusiaan yang mendalam. Pasalnya, Petrus merupakan seorang penyandang disabilitas mental atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Di tengah keterbatasan yang ia miliki, naluri bertahan hidup dan keterikatannya pada barang-barang pribadinya justru berbuah luka fisik yang cukup serius.
Saksi mata di lokasi, Deni Ndawa Radja, menuturkan bagaimana kepanikan bermula ketika ia melihat kepulan asap hitam yang besar membubung dari kejauhan rumahnya. Bersama warga lainnya, Deni langsung bergegas menuju lokasi untuk memastikan keadaan.
Namun, setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), api sudah telanjur membesar dan menghanguskan seluruh bangunan milik Petrus. Di tengah kepungan asap dan panasnya api, warga mendapati pemandangan yang memilukan.
Petrus terlihat nekat berupaya menyelamatkan harta yang paling berharga baginya: sebuah peti tempat pakaian. Dengan segala keterbatasan kondisi kejiwaannya, ia berjuang seorang diri untuk menarik peti tersebut keluar dari rumahnya yang mulai runtuh.
Nahas, beban dan amukan api mengalahkan tenaganya. Petrus terjatuh di sekitar lokasi kejadian. Akibat aksi heroik namun berbahaya tersebut, sisi sebelah kanan wajah dan hidungnya mengalami luka melepuh yang cukup parah.
Tiga bangunan miliknya yang terdiri dari satu rumah tinggal, satu rumah dapur, hingga rumah ternak ayam kini ludes tanpa tersisa sehelai pun barang di dalam rumah yang bisa diselamatkan.
Hingga saat ini, penyebab pasti awal mula munculnya api masih belum dapat dipastikan. Warga dan kerabat belum bisa menggali keterangan dari Petrus. Pria paruh baya itu masih terdiam kaku, diselimuti syok dan trauma yang amat berat pascakejadian. Tatapannya kosong, menyisakan duka bisu atas tempat tinggal yang kini tinggal kenangan.
Di tengah situasi darurat ini, warga sekitar Desa Kambata Bundung bahu-membahu memberikan perhatian khusus kepada Petrus, baik untuk memulihkan luka bakarnya maupun menenangkan psikologisnya yang terguncang hebat. | Ikzed













