LEWA | LENSANUSA.COM – SMP Negeri 5 Lewa menggelar peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 dengan mengusung nuansa budaya Sumba. Kegiatan yang berlangsung pada 28 Oktober 2026 ini menjadi momentum untuk menanamkan semangat persatuan, menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah, serta mendorong peserta didik agar terus berprestasi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan berbagai perlombaan yang berlangsung selama empat hari, yakni pada 23–27 Oktober 2026. Sebanyak 10 jenis lomba digelar untuk mengembangkan bakat, kreativitas, keberanian, dan kemampuan akademik para siswa.
Adapun perlombaan yang diselenggarakan meliputi Tari Kreasi, Senam Anak Indonesia Hebat, Menyanyi Solo, Vokal Grup, Menggambar, Baca Puisi, Cipta Puisi, Pidato, Story Telling, dan Cerdas Cermat IPA.
Puncak peringatan dilaksanakan melalui upacara bendera pada Rabu, 28 Oktober 2026. Berbeda dari pelaksanaan upacara pada umumnya, seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan mengenakan pakaian bermotif Sumba sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya lokal sekaligus simbol persatuan dalam keberagaman.
Suasana lapangan upacara tampak semarak dengan beragam motif khas Sumba yang dikenakan oleh warga sekolah. Nuansa tersebut memperlihatkan bahwa peringatan Sumpah Pemuda tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga sarana untuk memperkuat identitas budaya di lingkungan pendidikan.
Dalam amanatnya, Kepala SMPN 5 Lewa, Bonefasius Tamo Bapa, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya terhadap semangat para siswa dan guru yang telah menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.
Ia mengungkapkan rasa haru melihat para siswa berani tampil dan menunjukkan kemampuan mereka, serta menyaksikan lapangan upacara dipenuhi pakaian bermotif Sumba.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan untuk menentukan pemenang, melainkan bagian dari proses pendidikan yang membentuk karakter, kepercayaan diri, kreativitas, dan keberanian peserta didik.
Ia juga mengingatkan para siswa agar tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan. Keberanian untuk tampil, berpartisipasi, dan mengembangkan potensi diri merupakan bagian penting dari proses belajar.
“Kalah menang itu biasa, yang penting kalian sudah berani tampil,” demikian pesan yang disampaikan dalam amanatnya.
Kepala sekolah juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan pada tahun-tahun mendatang agar semakin meriah serta mampu melahirkan lebih banyak siswa berprestasi yang dapat membawa nama SMPN 5 Lewa ke tingkat yang lebih tinggi.
Selain itu, ia mendorong para guru agar terus menghadirkan kegiatan yang mendukung pengembangan kemampuan siswa, termasuk gagasan penyelenggaraan debat terbuka di lapangan sekolah sebagai wadah untuk melatih kemampuan berpikir kritis, berargumentasi, dan menyampaikan pendapat secara terarah.
Rangkaian peringatan kemudian ditutup dengan penampilan para pemenang lomba Tari Kreasi dan Menyanyi Solo. Penampilan tersebut menjadi bagian dari apresiasi terhadap bakat dan kerja keras siswa selama mengikuti perlombaan.
Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini, SMPN 5 Lewa menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga pada pembentukan karakter, pelestarian budaya, serta pengembangan potensi generasi muda.
Semangat Sumpah Pemuda diharapkan terus tumbuh dalam diri para siswa, sehingga mereka mampu menjaga persatuan, mencintai budaya Sumba, dan berkontribusi positif bagi masa depan daerah dan bangsa.













