Home / HUKUM/KRIMINAL

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:17 WIB

Predator Berkedok Penyelamat: Tragisnya Nasib AS yang Dijebak Narasi Palsu Hingga ke Bibir Jurang

SUMBA TIMUR |LENSANUSA.COM – Sebuah peristiwa memilukan menimpa AS (17), siswi kelas 2 SMA di Sumba Timur, yang menjadi korban kekerasan fisik dan seksual pada Sabtu malam (28/02/2026) hingga Minggu pagi. Terduga pelaku menggunakan manipulasi psikologis dan kekerasan fisik berat untuk melumpuhkan korban di kawasan tebing Letter S.

Peristiwa tragis ini bermula sekitar pukul 23.00 WITA saat korban keluar hendak ke toilet. Korban dipanggil oleh seorang rekan yang ia kenali, namun saat mendekat, ia justru ditarik paksa masuk ke dalam sebuah gudang di wilayah kanatang. Di dalam gudang, rekan korban berdalih bahwa tindakannya adalah untuk melindungi korban dari sekelompok pemuda lain yang sedang mabuk di sekitar lokasi.

Kondisi semakin mencekam ketika rekan-rekan pelaku lainnya menakut-nakuti korban dengan narasi bohong. Mereka menyebutkan bahwa ayah korban tengah mencari korban sambil membawa parang dan kayu.

Dalam keadaan panik dan ketakutan, korban lari keluar dan kemudia bertemu dengan pelaku utama di pintu gerbang. Terduga pelaku mengajak korban naik ke atas motor dengan dalih ingin menyelamatkannya dari amukan sang ayah. Korban sempat menolak, namun desakan dari rekan-rekan pelaku lainnya membuat korban terpaksa mengikuti pelaku.

Ditengah perjalanan, untuk memastikan korban tidak melarikan diri, pelaku melepas jaketnya dan mengikatkan jaket tersebut untuk menyatukan tubuhnya dengan tubuh korban. Terduga pelaku berbohong akan membawa korban ke sebuah kos di Radamata, namun justru membawa korban melalui jalan pintas menuju kawasan sepi di Letter S.

Setibanya di Letter S, korban menyadari dirinya telah dijebak dan mencoba melakukan perlawanan. Namun, pelaku merespons dengan kekerasan yang sangat brutal:

Kedua lengan korban ditindih menggunakan batu untuk melumpuhkan gerakannya. Kedua kaki korban ditekan menggunakan berat tubuh pelaku.

Terduga pelaku memberikan ancaman pembunuhan dengan kalimat, “Kau pilih menyerah atau saya dorong kau ke jurang/tebing”.ujar korban meniru kalimat terduga pelaku

Kekerasan seksual dilaporkan terjadi secara berulang di lokasi tersebut hingga pukul 05.00 pagi.

Pada Minggu pagi (01/03/2026), pelaku membawa korban ke kawasan Pantai Mananga Mihi. Terduga pelaku menurunkan korban di area pantai dan berjanji akan menjemputnya kembali sore hari sebelum akhirnya melarikan diri.

Beruntung, korban mengenali wilayah tersebut dan segera berjalan kaki menuju rumah salah satu teman sekolahnya untuk meminta perlindungan. Pihak keluarga bersama petugas keamanan akhirnya menjemput korban di lokasi tersebut setelah menerima laporan. | **Ikzed

Share :

Baca Juga

HUKUM/KRIMINAL

Kolaborasi Jajaran Keimigrasian Kumham Sumut Hadirkan Layanan Paspor Simpatik di Kota Medan

HUKUM/KRIMINAL

Kepala Kejati Riau Hadiri Penyambutan Kunjungan Kerja Ketua Mahkamah Agung RI

DAERAH

Pengaturan Lalu Lintas Di Pagi Hari, Bentuk Pelayanan Polri Kepada Masyarakat

BENGKALIS

Diduga Setubuhi Istri Karyawan, Terduga Ancam Persulit Pekerjaan Korban Jika Menolak

DAERAH

Sidang Perdana Kasus Korupsi BPHTB Waris dengan Terdakwa WJS Digelar di Pengadilan Tipikor Tanjung Karang

HUKUM/KRIMINAL

Rutan Kelas I Labuhan Deli Deklarasikan Janji Kinerja dan Zona Integritas 2026

HUKUM/KRIMINAL

Judi Gelper Ikan-Ikan Makin Marak, Warga Meminta APH Bertindak

HUKUM/KRIMINAL

HBP Ke-60, Rutan Kelas I Medan Gelar Rapat Internal