Home / NUSA TENGGARA TIMUR

Jumat, 18 September 2026 - 15:17 WIB

Cerita Mbaku Kaya, Petani Sumba Timur yang Kembali Bangkit Berkat Layanan BPJS Kesehatan

SUMBA TIMUR | LENSANUSA.COM – Aktivitas bertani telah menjadi bagian dari keseharian Mbaku Kaya (58), warga asal Kanatang. Hampir setiap hari, ia menghabiskan waktu di sawah untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, di balik rutinitas tersebut, Mbaku harus menghadapi persoalan kesehatan yang kembali mengharuskannya mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan.

Mbaku saat ini menjalani perawatan di Puskesmas Kanatang karena mengalami infeksi pada kaki. Ia menduga kondisi tersebut berkaitan dengan aktivitasnya di sawah yang membuat kaki mudah terkena kotoran. Setelah mendapatkan penanganan awal, Mbaku juga diketahui mengalami kekurangan hemoglobin dan telah menjalani transfusi darah sebanyak lima kantong.

“Beberapa tahun lalu saya pernah masuk karena kaki bengkak. Sekarang masuk lagi karena kaki saya infeksi, mungkin karena kerja di sawah jadi kotor. Saya juga kurang hemoglobin, sudah transfusi darah lima kantong,” ujar Mbaku.

Perjalanan Mbaku dalam mendapatkan pelayanan kesehatan bukanlah pengalaman pertama. Pada tahun 2007, ia pernah dirawat akibat mengalami luka bakar pada kaki setelah lampu minyak meledak. Kini, bertahun-tahun kemudian, ia kembali harus menjalani perawatan karena infeksi pada bagian kaki yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.

Berdasarkan kondisi yang dialaminya, Mbaku direncanakan mendapatkan penanganan lanjutan di RSUD Umbu Rara Meha. Ia berharap proses pengobatan, termasuk rencana operasi untuk menangani benjolan pada kakinya, dapat berjalan lancar sehingga dirinya bisa segera kembali beraktivitas seperti biasa.

“Pada tahun 2007, saya pernah dirawat karena kaki saya terbakar akibat lampu minyak meledak. Sekarang saya kembali mendapatkan perawatan karena infeksi pada kaki. Semoga pengobatan kali ini berjalan lancar dan saya bisa segera pulih,” katanya.

Di tengah kondisi yang mengharuskannya berulang kali mendapatkan pelayanan kesehatan, Mbaku merasa bersyukur telah menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Menurutnya, keberadaan Program JKN memberikan rasa tenang karena ia dapat memperoleh pemeriksaan, perawatan, dan pengobatan sesuai kebutuhan medisnya.

“Saya merasa terbantu dengan adanya BPJS Kesehatan. Saya bisa mendapatkan pelayanan dan pengobatan ketika sakit. Semoga operasi saya nanti berjalan lancar dan saya bisa kembali sehat,” ungkapnya.

Pengalaman tersebut menjadi pengingat bagi Mbaku untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan, terutama ketika mengalami luka atau keluhan pada kaki. Ia berharap masyarakat tidak menganggap sepele rasa sakit yang muncul, terlebih bagi mereka yang setiap hari bekerja di lingkungan yang berisiko terkena kotoran atau mengalami luka.

“Kalau sudah merasa sakit, jangan tunggu sampai parah. Segera pergi ke puskesmas supaya keluhan bisa diperiksa dan ditangani sejak awal. Jangan takut memeriksakan diri, karena kesehatan harus dijaga sebelum terlambat,” pesannya.

Share :

Baca Juga

NUSA TENGGARA TIMUR

Bupati Sumba Timur Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas, Tegaskan Komitmen Integritas 2026

NUSA TENGGARA TIMUR

Cari Keadilan, Mantan Pekerja PT MSM Laporkan Dugaan PHK Sepihak ke Disnaker

NUSA TENGGARA TIMUR

Rumah Warga di Desa Kataka Terbakar, Kain Adat hingga Barang Elektronik Ludes Tak Tersisa

NUSA TENGGARA TIMUR

Iklan Lelang Tanah di Waingapu Tuai Polemik, Ahli Waris Tegaskan Objek Bermasalah

NUSA TENGGARA TIMUR

Rumah Warga di Kombapari Sumba Timur Ludes Terbakar Dini Hari, Uang Belasan Juta dan Hasil Panen Hangus

DAERAH

Kepala Kantor Bahasa NTT Aktif Bangun Komunitas Literasi di Sumba Timur

HUKUM/KRIMINAL

Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Dosen di Unkriswina Sumba, Mahasiswa Tuntut Pemecatan Pelaku jika Terbukti

NUSA TENGGARA TIMUR

Kepulangan Lidia Ana Jawa: Membawa Pohon Kari sebagai Simbol Perjuangan dan Harapan