Home / HUKUM/KRIMINAL / ROKAN HULU

Rabu, 14 Agustus 2024 - 07:05 WIB

Diduga Penuhi Unsur Pidana Pencemaran, DPP PPRI Putra, Minta DLHK Libatkan PPNS

PEKANBARU | LENSANUSA.COM – Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Pemimpin Redaksi Intelektual (DPP – PPRI) melalui Ketua Bidang Putra Rezeky, S.PdI mendesak Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau melibatkan PPNS karena diduga pencemaran lingkungan PT SKA memenuhi unsur pidana yang mengakibatkan ikan milik warga mati, sudah terjadi lebih dari satu kali dan diduga ada unsur kesengajaan.

Pasalnya, pada laporan pencemaran limbah PT SKA tanggal 4 – 5 Agustus lalu, DLHK Riau hanya menurunkan 2 orang pegawai fungsional pada bidang P4LH.

Putra menilai adanya unsur kelalaian PT. Sumatra Karya Agri (SKA) dimana kajian Tehnis/janji di awal beroperasinya sebuah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) tentu adanya rekomendasi atau menyepakati bentuk pengelolaan lingkungan sebuah Pabrik.

“Kita ingin DLHK libatkan juga PPNS dalam peninjauan laporan warga tentang ikan mati diduga akibat limbah perusahaan, jika memenuhi unsur pidana, proses secara hukum pidana, adili managemen perusahaan dipersidangan, agar memiliki efek jera bagi pengusaha, karena disini ada masyarakat yang dirugikan dan sudah terjadi lebih dari satu kali,” ujar Putra kepada awak media, Rabu (13/08/2024).

Sesuai Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021 tentang Penyelengaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yakni persetujuan Lingkungan, perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air, Pengendalian Kerusakan Lingkungan Hidup, pengelolaan Limbah.

Dan Undang Undang Pencemaran lingkungan hidup menurut Pasal 1 angka 14 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (“UU PPLH”).

Dan Jika Perusahaan melakukan pengerusakan lingkungan akibat lalai maka dipidana dengan pidana penjara paling singkat paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 9 (sembilan) tahun dan denda paling sedikit Rp3 miliar dan paling banyak Rp 9 miliar.

Putra meminta agar DLHK Riau tak hanya menurunkan tim P4LH namun, juga menurunkan tim PPNS, agar jika ditemukan unsur yang memenuhi ranah pidana, dapat diproses secara hukum tidak hanya sanksi administratif saja.

Sementara Plt Kadis LHK Provinsi Riau M. Job Kurniawan ketika dikonfirmasi melalui Kabid Perencanaan Embyarman saat dikonfirmasi  apakah dalam peninjau dugaan kerusakan lingkungan mengakibatkan ribuan ikan mati melibatkan PPNS.”Didalam regulasi yang ada itu hanya PPLH,” ujarnya.

Ia juga menyebut tidak ada unsur kelalaian dan pidana dalam pencemaran limbah PT SKA.(**)

Share :

Baca Juga

BERITA NASIONAL

Kejaksaan Agung Setujui 2 Perkara di Riau Secara Restorasi Justice

DAERAH

Sudah Berbulan bulan Ketum APTMR Melaporkan ke Kejari , Sampai Saat Ini Belum Ada Tindakan,Ada Apa APH Ini?

HUKUM/KRIMINAL

Lagi dan Lagi, Ina Openi Cs Dilaporkan Ke Polisi

DAERAH

Samapta Polsek Sukajadi Laksanakan Giat Patroli Dialogis, Ciptakan Harkamtibmas Yang Kondusif

DAERAH

Dua Manusia Silver Pelaku Pencurian Kabel PJU di Flyover Simpang SKA Ditangkap 

DAERAH

Rayakan Ulang Tahun Personel Dengan Penanaman Pohon Gaharu, Dukung Program Penghijauan Kapolda Riau

HUKUM/KRIMINAL

Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi Rutin Melaksanakan Program Pembinaan Narapidana

HUKUM/KRIMINAL

Tutup Integrity Expo Hakordia 2022, KPK Ajak Terapkan Praktik Baik Antikorupsi