YOGYAKARTA | LENSANUSA.COM – Tim Taekwondo dari Dojang Universitas Kristen Wira Wacana (Unkriswina) Sumba menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Skuad muda asal Sumba ini berhasil membawa pulang total 6 medali pada Kejuaraan Golden Taekwondo International Championship (GTIC) II yang berlangsung di Yogyakarta, Minggu (21/6/2026).
Dalam kejuaraan yang mempertemukan ratusan atlet dari berbagai klub, daerah, dan mancanegara tersebut, Dojang Unkriswina Sumba sukses mengamankan 3 medali emas dan 3 medali perak pada beberapa kategori bergengsi.
Berikut adalah rincian capaian para atlet Dojang Unkriswina Sumba pada ajang GTIC II Yogyakarta:
| No. | Nama Atlet | Raihan Medali | Kategori / Kelas |
| 1 | Rambu Queenzha Nono Malo | 🥇 Emas | Junior Putri Under 52 Kg |
| 2 | Geraldino Nju Waluwanja | 🥇 Emas | Senior Putra Under 58 Kg |
| 3 | Astifin Day Letiata Kanilu | 🥇 Emas | Senior Putra Under 63 Kg |
| 4 | Mario Justus Ndaparoka | 🥈 Perak | Senior Putra Under 68 Kg |
| 5 | Ahmed Fatahilah | 🥈 Perak | Junior Putra Under 59 Kg |
| 6 | Neva Arlene Uly | 🥈 Perak | Under 44 Kg |
Kepala Pelatih Dojang Unkriswina Sumba, Sabeum Umbu Vendy Remipay, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari komitmen dan kerja keras jangka panjang para atlet di tempat latihan.
“6 medali ini, terutama 3 emas di ajang internasional, bukanlah sebuah kebetulan. Ini adalah buah manis dari tetesan keringat, air mata, rasa lelah, dan disiplin tanpa henti selama sesi latihan,” ujar Sabeum Umbu Vendy dalam keterangannya.
Ia juga berpesan agar para peraih medali tidak cepat berpuas diri dan tetap menjaga kerendahan hati. Sementara bagi atlet yang belum mencapai hasil maksimal, ia mengingatkan bahwa kekalahan adalah evaluasi berharga untuk membangun mental bertarung yang lebih kuat.
Prestasi ini turut mendapat apresiasi tinggi dari organisasi kemahasiswaan kampus. Ketua Senat Mahasiswa Universitas (SMU) Unkriswina Sumba, Alfan Pindi Amah, menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk jajaran Rektorat, tim pelatih, serta orang tua atlet.
Alfan berharap momentum juara ini dapat memantik perhatian yang lebih besar dari pihak kampus, pemerintah daerah, maupun pemangku kepentingan (stakeholders) lainnya dalam memfasilitasi bakat muda di Sumba.
“Kami berharap pencapaian internasional ini menjadi pemantik untuk prestasi-prestasi besar berikutnya. Kami berharap pihak kampus, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan dapat terus bersinergi dalam memberikan perhatian serta fasilitas yang lebih baik bagi perkembangan bakat-bakat muda di Sumba,” tutur Alfan.
Ia juga menegaskan agar keterbatasan geografis tidak menjadi penghalang bagi pemuda Sumba untuk bersaing di level dunia. Kemenangan di GTIC II ini menjadi bukti otentik bahwa atlet lokal Sumba memiliki kualitas dan mentalitas yang sejajar dengan atlet internasional. ** Editor : Ikzed














