Home / NUSA TENGGARA TIMUR

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Kolaborasi Inspiratif  SMPN Satap Walatungga dan Sekolah Adat Praing Laitaku Sukses Gelar Panen Projek dan Semarak Bulan Bahasa

SUMBA TIMUR | LENSANUSA.COM — Semarak Bulan Bahasa dan Gelar Hasil Projek Kokurikuler tahun ajaran 2026/2027 di SMP Negeri Satap Walatungga, Kabupaten Sumba Timur, berlangsung meriah dan penuh inspirasi pada Kamis, 29 Oktober 2026.

Kegiatan ini menjadi momentum istimewa yang mempertemukan dunia pendidikan formal dengan kearifan lokal melalui kolaborasi strategis bersama Sekolah Adat Praing Laitaku Ndapaamu. Kerja sama lintas lembaga ini membuktikan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan selaras dengan kurikulum pendidikan nasional.

Hanya dalam waktu pembinaan singkat kurang lebih satu bulan sejak penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada 12 September 2026 lebih dari 70 peserta didik menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga langsung turun mempraktikkan warisan budaya leluhur bersama para tetua adat yang bertindak sebagai fasilitator utama.

Kepala SMP Negeri Satap Walatungga, Elisabeth Bora, S.Pd., mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian para peserta didik.

“Walaupun dalam waktu yang singkat, kurang lebih 1 bulan, anak-anak kita bisa berkreatif menganyam tikar, membuat kambuli, hingga menampilkan tarian tradisional. Meskipun belum seprima profesional, mereka sudah memiliki keberanian dan mental tampil untuk menunjukkan hasil proses belajar mereka,” ungkap Elisabeth.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Sekolah Adat Praing Laitaku Ndapaamu sekaligus Fasilitator Region Bali Nusa Tenggara, Rambu Ana Intan, menjelaskan bahwa pembelajaran ini dirancang secara variatif dengan melibatkan langsung masyarakat adat dari akarnya.

“Kami mengambil fasilitator langsung dari masyarakat adat dan para pengajar sekolah adat. Materi yang diajarkan beragam, mulai dari anyaman tikar pandan (topu uri), kambuli humba (sulam sarung manual), tarian tradisional seperti pata lamba, wulumanu, luluk limeti, hingga liluri. Anak-anak sangat antusias, bahkan banyak yang baru pertama kali memegang alat dan mengenal bahan anyaman,” tutur Rambu Ana Intan

Ia juga berharap kerja sama berdurasi 3 tahun ini dapat terus berkembang dan menginspirasi sekolah-sekolah lain di wilayah Sumba.

Langkah inovatif SMPN Satap Walatungga ini mendapat sorotan dan apresiasi luas, salah satunya dari Ketua BPD Desa Maubokul sekaligus Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kabupaten Sumba Timur, Umbu Pajaru Lombu, S.H., M.H.

“Kami dari pemerintah desa dan selaku Ketua BPD sangat mendukung dan mendorong agar kegiatan ini terus berlanjut. Ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan terkait Bulan Bahasa,” ujar Umbu Pajaru.

Sebagai pimpinan AMAN Sumba Timur, ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas jalinan MoU 3 tahun antara pihak sekolah dan Sekolah Adat Praing Laitaku Ndapaamu. Menurutnya, sinergi ini menjadi pencapaian yang membanggakan.

“Ini merupakan salah satu langkah luar biasa dan bisa menjadi model percontohan nasional, di mana pendidikan formal dan sekolah adat di bawah naungan AMAN dapat berjalan beriringan. Kami mengajak seluruh satuan pendidikan, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi, untuk bersama-sama mempertahankan, melestarikan, dan mengintegrasikan budaya Sumba dalam ekosistem pendidikan,” tegasnya.

Gelar karya yang menampilkan kreativitas tangan seperti anyaman tikar dan sulaman sarung, berpadu apik dengan pentas seni sastra dan tarian adat di halaman SMPN Satap Walatungga. Acara ini tidak hanya sukses merayakan Bulan Bahasa, tetapi juga berhasil menanamkan rasa cinta tanah air dan identitas budaya pada generasi muda Sumba.

Melalui sinergi yang kuat antara sekolah, masyarakat adat, dan pemerintah desa, harapan besar disematkan agar pendidikan berbasis kearifan lokal ini terus tumbuh subur, melahirkan generasi pelajar Pancasila yang cerdas secara akademik dan berakar kuat pada budaya bangsa. | **Ikzed

Share :

Baca Juga

NUSA TENGGARA TIMUR

Alumni BEM Nusantara NTT Kecam Dugaan Kekerasan Seksual oleh Oknum Dosen Unkriswina Sumba

NUSA TENGGARA TIMUR

Hanura Sumba Timur Jalin Silaturahmi Politik dengan Tokoh Muda Umbu Pajaru Lombu

HUKUM/KRIMINAL

Belum Ada SP2HP, Kinerja Polsek Umalulu dalam Kasus Pengeroyokan Dipertanyakan

HUKUM/KRIMINAL

Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Dosen di Unkriswina Sumba, Mahasiswa Tuntut Pemecatan Pelaku jika Terbukti

NUSA TENGGARA TIMUR

Puluhan Ribu Masyarakat NTT Deklarasikan Dukungan untuk Prabowo Subianto

NUSA TENGGARA TIMUR

Dugaan Korupsi Dana BOS di SMAN 1 Waingapu, Dana Miliaran Rupiah Mengalir Saat Sekolah Diliburkan dan Item Fiktif Terindikasi Berulang

HUKUM/KRIMINAL

Korban Trauma dan Terancam: APH Diminta Prioritaskan Kasus Penganiayaan di Lewa

NUSA TENGGARA TIMUR

Kampus UBT di Medan Diduga Abaikan Nasib Mahasiswa NTT, Yayasan dan PT Pelni Ambil Alih